Pemkot Depok sulap Sekolah Master jadi sekolah terbuka

Minggu, 21 Juli 2013 - 15:55 WIB
Pemkot Depok sulap Sekolah...
Pemkot Depok sulap Sekolah Master jadi sekolah terbuka
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok akhirnya mencarikan solusi terkait isu rencana penggusuran Sekolah Masjid Terminal (Master) atau Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Yayasan Bina Insan Mandiri. Isu tersebut muncul lantaran Pemkot Depok akan membangun kawasan terminal terpadu yang terkoneksi dengan Stasiun Depok Baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila mengatakan sekolah master akan menjadi sekolah pencontohan sekolah terbuka menggunakan kurikulum 2013 berbasis keterampilan. Herry menyatakan bahwa dengan berbasis keterampilan maka diharapkan para lulusan sekolah master siap berkompetisi dan bekerja.

"Tahun 2006, Master menjadi SMA terbuka pertama di Indonesia. Sekarang akan menjadi percontohan sekolah terbuka berbasis keterampilan," katanya kepada wartawan, Minggu (22/7/2013).

Herry mengklaim, Kota Depok juga merupakan yang pertama menerapkan daya tampung 20 persen siswa tak mampu di setiap sekolah. Herry menjelaskan, Sekolah Master berawal dari Pusat Kegiatan Belajar (PKB) untuk tingkat SMP pada tahun 1996.

"Wilayah lain belum ada. Surabaya baru 10 persen. Depok salah satu kota peduli wong cilik. Wali Kota Depok pun memberikan beasiswa enam Master ke perguruan tinggi ," paparnya.

Para siswa Master selama ini difasilitasi sekolah di SMPN 4 dan sebagian di SMPN 2. Para siswanya pun berijazah sekolah negeri. Kemudian pada tahun 2003, Pemkot Depok memberikan izin operasional PKBM sekolah Master.

"Tahun 2006, beroperasi SMA terbuka. Para siswanya bersekolah di SMAN 5. Tahun 2011, siswa SMA Master juga bersekolah di SMAN 4, kini kami akan perbanyak sekolah terbuka di Depok, dan Master ini sudah jadi percontohan," ungkapnya.

Ketua Yayasan PKBM Bina Insan Mandiri yang juga pendiri Sekolah Master Nur Rohim membenarkan hal itu. Ia menambahkan dengan kurikulum 2013 berbasis keterampilan itu diharapkan siswa Master memiliki keahlian, akhlak dan moral yang baik. Di antaranya keterampilan yang sudah diberikan sebelumnya adalah desain grafis, sablon, dan perbengkelan.

"Ini merupakan pengembangan kewirausahawan. Saya juga akan dipanggil Bapenas. Mereka berkonsultasi masalah pendidikan. Mereka heran dengan metode pendidikan kami. Dan banyak siswa kami yang diterima di universitas negeri," paparnya.
(kri)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
46 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved