Memanas, Khofifah dan KarSa saling serang di Youtube

Kamis, 18 Juli 2013 - 05:21 WIB
Memanas, Khofifah dan...
Memanas, Khofifah dan KarSa saling serang di Youtube
A A A
Sindonews.com - Suhu politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013, kian memanas. Saling serang antar pasangan calon terjadi di dunia maya. Setelah muncul tujuh video terkait politik kartel yang menyudutkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), kali ini muncul empat video yang menyudutkan Khofifah-Herman.

Empat Video tersebut sengaja diunggah oleh aliansi partai non parlemen (APNP) Jawa Timur untuk membeberkan fakta karena telah beredar "video politik kartel" yang menyudutkan pasangan KarSa.

"Video ini sengaja kami unggah agar kebenaran itu muncul dan tidak selalu menyerang incumbent. Bukan lantaran kami pendukung incumbent, tapi ada beberapa fakta yang disembunyikan, dan seolah-olah incumbent yang bermain money politik dalam testimoni video itu. Padahal, pihak Khofifah juga sama mengiming-imingi dengan uang untuk mencabut dukungan ke KarSa," kata Koordinator APNP Jawa Timur H Jailani, Rabu (17/7/2013).

Hal itu, terkuak dari pengakuan KH. RP Abd Rahman, dari Sumenep, Madura yang merupakan ketua DPW PPNUI Jawa Timur. Setidaknya ada empat video yang diunggah disitus video tersebut. Video itu berjudul "politik kartel di Pilkada Jatim; pengakuan Ketua Umum PPNUI Jatim, dan politik kartel di Pilkada Jatim; pengakuan Ketua Pelopor DPD Jatim".

Video selanjutnya diberi judul, "politik kartel di Pilkada Jatim; pengakuan Ketua DPD PK Jatim, dan politik Kartel di Pilkada Jatim; pengakuan Sekretaris DPD PNBK Jatim". Video yang berdurasi rata-rata dua menit, itu diunggah sekitar empat hari yang lalu.

Kata Jailani, sebenarnya video tersebut tidak untuk konsumsi publik. Rencananya, akan digunakan sebagai dokumentasi APNP sendiri. Rupanya, fakta berbicara lain. Ada yang mengunggah video tersebut dengan tujuan black campaign.

"Saya menilai dengan adanya video tersebut menjadi berimbang. Dan APNP memang tetap berkomtmen untuk mendukung pasangan incumbent," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan KarSa diserang dengan kampanye hitam, melalui situs Youtube. Dalam video itu, disebut bahwa pasangan ini menggunakan uang untuk memperoleh dukungan partai politik.

Namun dalam perjalannya, pasangan Khofifah-Herman gagal maju di Pilgub Jatim 2013, karena terganjal dualisme dukungan dari Partai Persatuan Nahdotul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Kedaulatan (PK).
(san)
Berita Terkait
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Bawaslu Jatim Tegaskan...
Bawaslu Jatim Tegaskan Tak Ada Larangan Warga Kampanye Menangkan Kotak Kosong
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
15.539 Personel Dikerahkan...
15.539 Personel Dikerahkan Polda Jatim untuk Amankan Pilkada Serentak
Berita Terkini
Libur Panjang Iduladha...
Libur Panjang Iduladha Berakhir, 199 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
6 menit yang lalu
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
25 menit yang lalu
Jalan Lenteng Agung...
Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sementara, Ini Jalur Alternatif bagi Pengendara
55 menit yang lalu
Nanik S Deyang Ancam...
Nanik S Deyang Ancam Tutup SPPG Jika Tak Beli Telur Langsung dari Peternak
57 menit yang lalu
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
3 jam yang lalu
Buntut Pengunjung Masuk...
Buntut Pengunjung Masuk Kandang Gajah, Ragunan Perketat Pengawasan
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved