Wabah chikungunya di Cibeber terus meluas

Selasa, 16 Juli 2013 - 12:36 WIB
Wabah chikungunya di...
Wabah chikungunya di Cibeber terus meluas
A A A
Sindonews.com - Serangan wabah chikungunya di Kampung Tetelar, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, makin meluas. Kini, sudah ada ratusan warga di tiga ke RT-an terserang lumpuh akibat gigitan nyamuk tersebut.

Namun, hingga saat ini belum adanya antisipasi dari pemerintah untuk dilakukan fogging (pengasapan) agar wabah tersebut tidak meluas.

Berdasarkan pantauan, warga yang terserang chikungunya, ada yang terserang dua kali. Mereka, mengalami demam, pusing, kaki dan tangan lemas tidak bisa digerakan karena sendi otot ngilu di sekujur tubuh. Penyakit tersebut bukan saja menyerang para orangtua, bahkan menyerang anak-anak dan balita.

“Abdi oge kaserang dua kali. Kamari tos damang, tapi ayeuna teh carangkeul deui teu tiasa gerak. (Saya sudah terserang sebanyak dua kali. Kemarin sudah sembuh, namun sekarang pegel lagi tidak bisa bergerak),” papar Emak Acoh (60), warga RT02/06, Kampung Tetelar, Selasa (16/7/2013).

Selain Emak Acoh yang terkena gigitan nyamuk tersebut, anak dan cucunya bahkan lumpuh selama tiga hari belakangan. “Hampir semua satu keluarga terkena, lumpuh, demam. Sudah sembuh, lalu timbul bintik-bintik dan gatal-gatal,” jelasnya.

Warga lainnya, Cucun (52), mengaku hampir tiga hari dia harus terbaring lemas di tempat tidur. Pasalnya, bukan saja kaki yang tidak bisa digerakan, bahkan tangan kanan Cucun kaku dan pegal.

“Telapak kaki kalau sudah kena lantai itu sakit. Semua sekeluarga di sini juga terserang. Bahkan, cucu saya Rendy (7), tidak sekolah karena sakit yang sama, pusing, demam, dan ngilu pada sendi-sendi otot,” sebutnya.

Seorang tokoh masyarakat sekitar, Deden Alam Purnama, menyebutkan dari hasil pendataan warga yang terjangkit penyakit yang ditimbulkan dari chikungunya itu lebih dari 200 orang di RW06 Kampung Tetelar. Rata-rata dalam satu rumah atau kepala keluarga (KK) terserang penyakit itu.

“Sebelumnya kita sudah melaporkan hal ini dua pekan lalu ke Puskesmas Cibeber, bahwa ada belasan warga yang terserang chikungunya. Pihak Puskesmas hanya mendata saja, tapi tidak ada tindak lanjut,” tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, meluasnya penyakit chikungunya membuat warga Kampung Tetelar resah. Pasalnya, sampai ada dua kali warga yang terserang penyakit tersebut, hal ini diakibatkan karena tidak adanya tindak lanjut dari dinas terkait.

“Kita ingin adanya pengasapan (fogging). Sebab, wabah ini sudah meyerang beberapa warga di kampung sebelah,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cibeber, Isep Karnaen menerangkan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah menerima laporan terkait adanya warga yang terserang chikungunya. Lalu, petugas Puskesmas sudah mendata warga yang memang terserang wabah tersebut. “

Nanti kita pantau ke lapangan lagi, jika memang wabah ini sudah meluas,” terangnya.

Selain itu, lebih lanjut Isep, pihaknya akan melaporkan hal ini kepada Dinas Kesehatan agar segera dilakukan fogging di sekitar wilayah yang rawan chikungunya.

“Hidup sehat perlu dilakukan warga. Terutama dalam membuang sampah, karena di wilayah itu terdapat gundukan sampah dibeberapa kebun milik warga,” tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Amerika Serikat Resmi...
Amerika Serikat Resmi Rilis Vaksin Chikungunya Pertama di Dunia
Cegah Chikungunya, Permukiman...
Cegah Chikungunya, Permukiman Padat Penduduk di Kemayoran Difogging
Lawan DBD dan Chikungunya...
Lawan DBD dan Chikungunya di Banyuwangi, Enesis Group Luncurkan Program Desa Bebas Nyamuk
Wabah Chikungunya di...
Wabah Chikungunya di China Infeksi 8.000 Orang, Karantina Massal Diberlakukan
Kasus Chikungunya di...
Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak Dua Kali Lipat, Pengawasan Diperketat
Kasus Chikungunya di...
Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak, Berikut 5 Cara Efektif Mencegah Penularannya
Berita Terkini
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
1 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
2 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
3 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
3 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
4 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved