Petasan marak, warga Polman resah

Kamis, 11 Juli 2013 - 17:00 WIB
Petasan marak, warga...
Petasan marak, warga Polman resah
A A A
Sindoneews.com - Awal pekan bulan Ramadan 1434 Hijriah, aksi pembakaran petasan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mulai marak terjadi. Tak hanya di jalan-jalan, tapi juga disekitaran pemukiman warga.

Maraknya suara petasan itu cukup dirasakan mengganggu ketenangan warga lainnya. Tak hanya pada malam hari, tapi aksi itu mereka lakukan mulai sore menjelang buka.

Parahnya lagi, aksi pembakaran petasan ini tak hanya dilakukan oleh kalangan anak-anak, tapi juga orang tua. Bahkan, diantara mereka yang senang bermain petasan, seorang anak bersama orangtuanya sedang asyik bermain petasan.

Pantauan langsung wartawan, aksi pembakaran petasan itu mulai terjadi sejak dua hari menjelang Ramadan. Aksi tersebut semakin gencar saat memasuki Ramadan. Mulai pukul 15.00 WITA, suara petasan sudah terdengar di pinggiran jalan.

Nurjannah, salah satu warga Jalan Kemakmuran, Kecamatan Polewali, mengaku resah dengan maraknya ledakan petasan yang terjadi sejak dua hari terakhir.

Dia menuturkan, bagi dirinya pribadi tidak terlalu menjadi soal, tetapi kasihan anak kecil yang baru dilahirkan setiap saat diancam dengan rasa kaget akibat ledakan petasan.

“Mereka tidak berfikir ada anak kecil, sampai-sampai tidak sadar diri dan dengan leluasa melucutkan petasan,” ujar Nurjannah, kepada wartawan, Kamis (11/7/2013).

Hal senada disampaikan Muh Tahir, salah satu jemaah Mesjid Al Muttaqim Polewali. Aksi tersebut memang sangat mengganggu ketenangan masyarakat. Terutama saat pelaksanaan salat tarawih.

Sebab, aksi yang dilakukan tidak hanya berentetan, tapi juga tak mengenal waktu pagi, siang, sore, dan malam, hingga menjelang sahur. Karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia berharap adanya kesadaran seluruh lapisan masyarakat. Khususnya kepada orang tua yang seharusnya bisa memberikan pelajaran kepada anak-anak.

Selain itu, dia juga meminta kepada aparat kepolisian selaku penegak hukum untuk bisa turun tangan mengatasi persoalan tersebut. “Jika untuk menghentikan aksi petasan tidak bisa, paling tidak bisa meminimalisir dengan melakukan razia petasan,” ujar Tahir.

Sementara itu, salah seorang anak-anak yang gemar meledakkan petasan Junaedi mengaku, jika barang-barang yang dapat mengganggu orang banyak itu sangat mudah didapatkan dan ditemukan di toko-toko.

“Banyak dijual dan berbagai macam jenis. Ada petasan air mancur, petasan kentut, hingga petasan banting,” ujar Junaedi senada mengaku aksi itu dia lakukan, karena rasa kegembiraan di bulan Ramadan.
(san)
Berita Terkait
Orang yang Celaka di...
Orang yang Celaka di Bulan Ramadan, Ini Penyebabnya
Hilal di Titik Pemantaun...
Hilal di Titik Pemantaun Masjid KH Hasyim Asy’ari Tidak Terlihat
4 Tradisi Unik Menyambut...
4 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Dunia, dari Mheibes hingga Nyekar
Survei Online Ramadan:...
Survei Online Ramadan: Warganet Pilih Belanja Pakaian dan Berbuka dengan Gorengan
13 Hari Menjelang Puasa...
13 Hari Menjelang Puasa Ramadan, Berikut 3 Bekal Terbaik
3 Fase Ramadan Beserta...
3 Fase Ramadan Beserta Keutamaan dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
24 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
33 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved