Ratusan kendaraan tak lolos uji emisi

Rabu, 10 Juli 2013 - 18:55 WIB
Ratusan kendaraan tak...
Ratusan kendaraan tak lolos uji emisi
A A A
Sindonews.com - Ratusan kendaraan roda empat ke atas tidak lolos uji emisi saat Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY melakukan uji petik kendaraan.

Uji petik kendaraan yang digelar selama tiga hari mulai Selasa - Kamis itu untuk mengevaluasi kualitas udara perkotaan (Ekup).

Dari data BLH DIY menyebutkan, dari 1.785 kendaraan yang diuji, yang lolos 1.424 kendaraan dan yang tidak lolos 362 kendaraan atau 20 persen.

Dari jumlah tersebut, bukan hanya kendaraan tua, namun juga kendaraan keluaran terbaru.

Untuk uji emisi kendaraan sendiri, dibagi menjadi dua, yaitu tahun 2007 ke bawah dan atas untuk jenis premium dan tahun 2010 ke bawah dan atas untuk jenis solar.

“Ini yang menjadi catatan, kendaraan keluaran terbaru belum menjamin lolos uji emisi, begitu juga sebaliknya keluaran tua pasti tidak lolos, namun itu semua tergantung perawatan kendaraan tersebut,” ungkap Kasubbid Pencemaran Udara BLH DIY Bledug Bernanti Dwisiwi terkait hasil uji petik emisi kendaraan, Rabu (10/7/2013).

Bledug Bernanti Dwisiwi mengatakan meski untuk hasil uji emisi kendaraan sudah diketahui hasilnya, namun belum dapat memberikan kesimpulan terjadinya pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor.

Sebab untuk menentukan masih ada parameter lain, yaitu hasil dari roadsite, traffic counting dan uji kualitas BBM.

Dimana untuk hasilnya masih dalam proses di instansi yang memiliki kewenangan soal itu.

“Hanya saja, masalah emisi ini tetap harus menjadi perhatian, sebab menjadi salah satu parameter mengenai ambivalen udara, apakah di bawah atau di ambang batas,” paparnya.

Selain itu, mulai terjadinya kemacetan di beberapa titik jalan utama dan perbatasan juga harus menjadi perhatian.

Pasalnya saat terjadi kemacetan ini, zat-zat kimia, seperti karbol monoksida yang keluar dari kendaraan, bukan saja berpengaruh terhadap kualitas udara, tetapi juga kesehatan bagi yang menghisap zat-zat tersebut.

Jika ini terakumulasi, bagi lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan bagi orang akan menganggu kesehatan paru-paru dan mata.

“Melihat kondisi lalu lintas di Yogyakarta, untuk titik-titik kemacetan, seperti di perempatan lampu merah dan perbatasan, kualitas udara tentunya sudah mengkhawatirkan,” tandasnya.

Bledug Bernanti Dwisiwi yang akrab dipanggil Erna menambahkan agar terjadinya pencemaran udara tidak semakin parah, tindakan yang dapat dilakukan, yaitu dengan menambah ruang terbuka hijau (RTH) di titik-titik kemacetan serta bagi pengendara kendaraan mematikan mesinnya saat menunggu di traffic light.

“Selain itu, bagi penguna jalan, juga disarankan untuk memakai masker yang dapat menyerap karbon,” terangnya.
(lns)
Berita Terkait
Seluruh Motor dan Mobil...
Seluruh Motor dan Mobil di Jakarta Wajib Uji Emisi, Kecuali Ini...
Catat Baik-Baik, Ini...
Catat Baik-Baik, Ini Jadwal dan Lokasi Uji Emisi Kendaraan Gratis di Jakarta!
Mulai 24 Januari 2021,...
Mulai 24 Januari 2021, Semua Kendaraan Bermotor Wajib Jalani Uji Emisi
Tips agar Mobil Lulus...
Tips agar Mobil Lulus Uji Emisi Gas Buang, Sesuai Aturan Pemprov DKI Jakarta
Jangan Kaget, Mobil...
Jangan Kaget, Mobil Sultan Tetap Perlu Uji Emisi, Disini Lokasinya
Peraturan Baru Bikin...
Peraturan Baru Bikin Ribet? Uji Emisi Dulu Baru Perpanjang STNK!
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
35 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved