Kendaraan berat terperosok, lima orang jadi korban
Selasa, 02 Juli 2013 - 19:10 WIB
Kendaraan berat terperosok, lima orang jadi korban
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah kendaraan alat berat jenis Stoom Walls terperosok di bahu Jalan Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Kejadian tersebut diduga akibat badan jalan yang ambles tidak kuat menahan beban kendaraan.
Akibatnya, empat warga yang berada di sekitar lokasi ikut terjerembab di kedalaman sekira 5 meter. Keempat korban adalah Suwasono (63), Rifa (10), Surya Damar (15) dan Wahyu (16).
Suwasono mengalami luka serius pada kaki sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Tidar Kota Magelang. Sementara ketiga korban lainnya hanya mengalami luka-luka ringan. Selain itu, korban Damar dan Wahyu juga terpaksa kehilangan telepon selulernya karena ikut terjatuh.
Sudihartono, salah satu warga Kampung Tidar Campur RT 02 RW 01, Kelurahan Tidar Selatan, mengatakan kejadian terjadi sekira pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya, warga setempat sempat mengingatkan sopir mobil alat berat untuk tidak parkir di lokasi tersebut karena jalan sudah terlihat retak. Namun, sopir yang diketahui bernama Anis itu tidak menghiraukan.
"Tapi sopirnya tetap berada di lokasi untuk mengambil air dari irigasi yang ada didekat jalan itu. Air itu sendiri akan digunakan untuk proses pengerasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Magelang, tidak jauh dari kampung kami," katanya, Selasa (2/7/2013).
Diceritakannya, sebelum hendak mengambil air dilokasi yang juga merupakan tikungan itu, sopir memutar balik kendaraannya. Namun, tiba-tiba tanah amblas sehingga sebagian badan kendaraan terjerembab ke lubang dengan kedalaman sekira 5 meter dan diameter sekira 3 meter.
“Ditambah ada tekanan dari kendaraan alat berat yang beratnya mencapai belasan ton,” lanjutnya.
Murtini, warga lain mengaku, kondisi keretakan jalan itu terjadi sudah sejak enam bulan yang lalu. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir sudah tiga kali mengalami amblas meski hanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan korban.
"Warga sudah sering meelaporkan kondisi jalan yang sudah retak ke DPU. Rencananya akan diperbaiki 2014 nanti," imbuhnya.
Akibatnya, empat warga yang berada di sekitar lokasi ikut terjerembab di kedalaman sekira 5 meter. Keempat korban adalah Suwasono (63), Rifa (10), Surya Damar (15) dan Wahyu (16).
Suwasono mengalami luka serius pada kaki sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Tidar Kota Magelang. Sementara ketiga korban lainnya hanya mengalami luka-luka ringan. Selain itu, korban Damar dan Wahyu juga terpaksa kehilangan telepon selulernya karena ikut terjatuh.
Sudihartono, salah satu warga Kampung Tidar Campur RT 02 RW 01, Kelurahan Tidar Selatan, mengatakan kejadian terjadi sekira pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya, warga setempat sempat mengingatkan sopir mobil alat berat untuk tidak parkir di lokasi tersebut karena jalan sudah terlihat retak. Namun, sopir yang diketahui bernama Anis itu tidak menghiraukan.
"Tapi sopirnya tetap berada di lokasi untuk mengambil air dari irigasi yang ada didekat jalan itu. Air itu sendiri akan digunakan untuk proses pengerasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Magelang, tidak jauh dari kampung kami," katanya, Selasa (2/7/2013).
Diceritakannya, sebelum hendak mengambil air dilokasi yang juga merupakan tikungan itu, sopir memutar balik kendaraannya. Namun, tiba-tiba tanah amblas sehingga sebagian badan kendaraan terjerembab ke lubang dengan kedalaman sekira 5 meter dan diameter sekira 3 meter.
“Ditambah ada tekanan dari kendaraan alat berat yang beratnya mencapai belasan ton,” lanjutnya.
Murtini, warga lain mengaku, kondisi keretakan jalan itu terjadi sudah sejak enam bulan yang lalu. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir sudah tiga kali mengalami amblas meski hanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan korban.
"Warga sudah sering meelaporkan kondisi jalan yang sudah retak ke DPU. Rencananya akan diperbaiki 2014 nanti," imbuhnya.
(rsa)