Tarif progresif berlaku, penumpang KA kecewa

Senin, 01 Juli 2013 - 06:39 WIB
Tarif progresif berlaku,...
Tarif progresif berlaku, penumpang KA kecewa
A A A
Sindonews.com - Kebijakan PT KAI memberlakukan tarif progresif hari ini, nampaknya disambut oleh masyarakat. Namun, pemberlakukan tarif tersebut tidak didukung dengan fasilitas yang memadai, sehingga banyak calon penumpang yang mengeluh.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Citayam, Depok, ribuan calon penumpang kereta api nampak mengular. Calon penumpang ini rela mengantre dan berdesakan sejak pukul 05.00 WIB untuk bisa menikmati kebijakan baru tersebut.

"Saya males antre sudah setengah jam. Lebih baik nitip sama kawan untuk membeli tiket," ujar Yunus warga Citayam yang bekerja di Kota, Jakarta Pusat, Senin (1/06/2013).

Yunus menilai PT KAI belum siap untuk menerapkan E-tiket dan tarif progresif ini. Pasalnya calon penumpang harus melakukan antrean panjang untuk mendapatkan tiket. Seharusnya, kata dia, loket E-ticketing harus ditambah hingga 10 loket.

"Berantakan sekali, loket harus diperbanyak. Ini penumpang jadi susah, lama dan menumpuk. Tarif murah iya, tapi begini jadinya," katanya kesal.

Hal senada diungkapkan Ardi warga Citayam yang bekerja di kawasan Thamrin, Jakarta. Dia marah-marah dan kesal di depan antrean loket tambahan untuk ekonomi.

"Ini sangat berantakan. Jadi telat kerja kalau begini, mendingan tarif yang biasa sajalah asal rapi," tegasnya.
(stb)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved