Situasi mencekam, Kalimalang dijaga ketat polisi

Minggu, 30 Juni 2013 - 20:25 WIB
Situasi mencekam, Kalimalang...
Situasi mencekam, Kalimalang dijaga ketat polisi
A A A
Sindonews.com - Pasca bentrokan antar warga, ruas Jalan Kalimalang Kilometer 37, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada malam ini masih mencekam. Beberapa warga masih berkumpul di sekitar lokasi.

Tampak penjagaan ketat dari beberapa personel Brigadir Mobil (Brimob) bersama Petugas Polresta Bekasi Kabupaten dengan segala atributnya. Ruas Jalan Kalimalang dari batas kota Bekasi hingga Jatimulya Tambun Selatan, masih ditutup.

Beberapa petugas kepolisian banyak yang menjadi korban lemparan batu dari warga Jatimulya. Karena berusaha melakukan penghadangan kepada warga yang akan melakukan sweeping kepada kelompok Ambon yang tinggal di gedung bekas pabrik Tongyang tersebut.

Bahkan, beberapa polisi mengeluarkan puluhan tembakan air mata kepada warga yang berusaha merangsek maju dengan cara melemparkan batu. Alhasil, ribuan batu masih melayang di atas langit Kalimalang sambil marah dan mengacungkan segala senjata tajam kepada petugas.

Untuk sementara diduga korban tewas diketahui bernama Made (38) warga Kampung Jati RT 04/02, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Made ditemukan tewas dengan luka bacok sekitar pukul 14.00 siang tadi. Sedangkan, Dedi (18) menderita luka parah di sekujur tubuhnya.

Sementara puluhan warga yang mengalami luka parah dilarikan di rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan terkait bentrokan yang kerap terjadi di ruas Kalimalang itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sindonews, gedung Tongyang Tambun sudah sejak lama dikosongkan dan dijadikan sebagai tempat pemukiman kelompok Ambon. Bahkan, kehadiran warga Maluku Utara ini dianggap warga sebagai biang kerusuhan selama ini di wilayah itu.

Warga yang enggan disebutkan namanya disebutkan mengakui, kelompok Ambon kerap membuat onar di wilayah sekitar dengan memintai uang keamanan kepada warga sekitar. Apalagi, warga merasa kesal yang kerap menjadi korban pemalakan oleh kelompok yang sering mabuk-mabukan.

Alhasil puncak kemarahan warga sekitaran Tambun itu saat salah satu warga yang belum diketahui identitasnya dihakimi oleh kelompok itu. Sehingga, warga yang kesal dan emosi melakukan pembalasan dengan mencari seluruh kelompok Ambon di sekitar wilayah Tambun.
(hyk)
Berita Terkait
Rampas Sepeda Motor...
Rampas Sepeda Motor Picu Tawuran Antar 2 Kelompok Pemuda di Medan
Remaja 15 Tahun Korban...
Remaja 15 Tahun Korban Tawuran di Makassar Terkena Anak Panah di Dada
Tragis, 37 Warga Pubabu...
Tragis, 37 Warga Pubabu Besipae Diserang Warga Desa Tetangga
Breaking News! Abepura...
Breaking News! Abepura Papua Mencekam 2 Kelompok Warga Bentrok Terdengar Suara Tembakan
Cegah Bentrok, Bupati...
Cegah Bentrok, Bupati Tapsel Minta Jajarannya Peka Situasi Keamanan
Bentrok Antar Warga...
Bentrok Antar Warga 2 Desa di Tapsel: 3 Orang Luka Tembak Senapan Angin
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
Gara-gara Senggolan...
Gara-gara Senggolan Motor, Polisi Tembak Paskibra di Semarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved