Cuek dengan kekerasan wartawan, PWI pusat dikecam

Jum'at, 28 Juni 2013 - 17:27 WIB
Cuek dengan kekerasan...
Cuek dengan kekerasan wartawan, PWI pusat dikecam
A A A
Sindonews.com - Komunitas Wartawan Maluku Utara (Malut) menilai peranan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat sangat lemah dalam melindungi anggotanya, terutama wartawan dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis.

Kecaman ini datang dari sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas wartawan Malut (Kawan-MU), sehingga mereka menggelar rapat bersama di Resto Jarot Kota Ternate. Mereka menilai, PWI pusat lemah melindungi anggotanya, yang juga wartawan yang menjalankan tugas sebagai jurnalis.

Ketua Komunitas Wartawan Malut (Kawanmu) yang juga Pimpinan Redaksi surat kabar lokal Harian Posko Malut Burhan Ismail mengaku sangat kecewa terhadap sikap PWI pusat yang tidak peduli terhadap wartawan atau anggotanya.

"Jujur saja, saya sangat kecewa dengan sikap PWI pusat yang bungkam atas insiden penembakan terhadap Aroby Kelirei (27) saat meliput aksi demo mahasiswa menolak penaikan harga BBB 17 juni lalu," ujar Burhan, Jumat (28/6/2013).

Padahal, Aroby Kelirey merupakan jurnalis Surat Kabar lokal harian Mata Publik yang juga anggota PWI Malut. Dia terkena tembakan polisi saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa berbagai universitas di Kota Ternate yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pada Senin 17 Juni 2013.

Mestinya, lanjut Burhan, PWI pusat segera mengambil tindakan secara organisatoris, berupa pembentukan tim investigasi untuk mengadvokasi insiden penembakan terhadap anggotanya. Apalagi, insiden tersebut sudah dilaporkan secara resmi oleh media dimana Aroby bekerja.

Hal yang sama diungkapkan oleh Pimpinan Redaksi surat kabar harian Mata publik yang juga wakil ketua 1 PWI Malut Adnan Wais. Menurutnya, PWI pusat seharusnya menjemput bola, saat korban Aroby Kelirey dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu 19 Juni lalu.

Namun hingga Aroby Kelirey dipulangkan ke Ternate Malut, pada Rabu 26 Juni 2013, tidak terlihat satu orang anggota PWI pusat menjenguk sekaligus mencari tahu kronologis lisan dari korban.

"Saya sebagai Pemred Mata Publik yang mempekerjakan Aroby Kelirey, akan mempertimbangkan untuk mencabut gugatan ke Polda Malut, untuk menyerahkan ke organisasi Pers di luar PWI guna mendorong kasus tindak lanjut pengusutan kasus tersebut," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Soroti Kekerasan Terhadap...
Soroti Kekerasan Terhadap Wartawan, Partai Garuda: Mereka Dilindungi UU
Indeks Keselamatan Jurnalis...
Indeks Keselamatan Jurnalis 2023: 45 Persen Wartawan Pernah Alami Tindak Kekerasan
2 Tersangka Kasus Penganiayaan...
2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Diminta Menyerahkan Diri
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Berita Terkini
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
41 menit yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved