3 Korban kritis ulah pasien RSJ dirujuk ke Rumah Sakit
Rabu, 26 Juni 2013 - 17:02 WIB
3 Korban kritis ulah pasien RSJ dirujuk ke Rumah Sakit
A
A
A
Sindonews.com - Tiga korban kritis penikaman yang dilakukan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Munadir Basyah alias Nyakdi (28), warga Gampong Arongan AB, Lhoksukon, Aceh Utara, saat ini dibawa ke Rumah Sakit Cut Meutia, di Bukit Rata Lhokseumawe, Aceh.
Sebelumnya, ketiga korban kritis tersebut sempat dirawat di sebuah Puskesmas Lhoksukon yang berada dekat dengan rumah korban.
"Tiga korban kritis dirujuk ke Rumah Sakit Cut Meutia di Bukit Rata Lhokseumawe," jelas Kepala Puskesmas, Dr Lukhman kepada wartawan, Rabu (26/6/2013).
Menurut Dr Lukhman, rujukan itu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ketiga korban yang disebutnya mengalami pendarahan hebat di bagian kepala.
“Karena kami tak sanggup menanganinya. Luka korban dibagian kepala dan leher sangat parah, darah segar terus keluar,” jelasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Munadir Basyah alias Nyakdi mengamuk setelah sebelumnya diminta dimasakkan mie instan. Berdasarkan hasil penulusuran polisi, Nyakdi marah lantaran keinginannya lama untuk dipenuhi, sehingga dirinya langsung menyambar pedang dan mengamuk.
Nyakdi juga menyerang siapa saja yang dilewatinya saat mengamuk. Nyakdi berlarian dengan membawa parang sepanjang satu meter. Ia mengayunkan parang dengan membabi-buta. Ia menebas setiap orang yang dilewatinya.
Aksi sporadis Nyakdi baru terhenti setelah warga berhasil memukulnya dengan balok kayu. Setelah terkapar, wargapun kemudian mengikatnya dengan tali. Seluruh korban dievakuasi ke Puskesmas Lhoksukon.
Berdasarkan informasi, Nyakdi, merupakan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sejak tahun 2012 lalu. Nyakdi terdaftar di RSJ Banda Aceh. Namun belakangan diketahui ia telah kabur dari rumah sakit sejak beberapa bulan lalu. Baru Selasa (24/6) sore ia sampai ke kampung halamannya.
Sebelumnya, ketiga korban kritis tersebut sempat dirawat di sebuah Puskesmas Lhoksukon yang berada dekat dengan rumah korban.
"Tiga korban kritis dirujuk ke Rumah Sakit Cut Meutia di Bukit Rata Lhokseumawe," jelas Kepala Puskesmas, Dr Lukhman kepada wartawan, Rabu (26/6/2013).
Menurut Dr Lukhman, rujukan itu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ketiga korban yang disebutnya mengalami pendarahan hebat di bagian kepala.
“Karena kami tak sanggup menanganinya. Luka korban dibagian kepala dan leher sangat parah, darah segar terus keluar,” jelasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Munadir Basyah alias Nyakdi mengamuk setelah sebelumnya diminta dimasakkan mie instan. Berdasarkan hasil penulusuran polisi, Nyakdi marah lantaran keinginannya lama untuk dipenuhi, sehingga dirinya langsung menyambar pedang dan mengamuk.
Nyakdi juga menyerang siapa saja yang dilewatinya saat mengamuk. Nyakdi berlarian dengan membawa parang sepanjang satu meter. Ia mengayunkan parang dengan membabi-buta. Ia menebas setiap orang yang dilewatinya.
Aksi sporadis Nyakdi baru terhenti setelah warga berhasil memukulnya dengan balok kayu. Setelah terkapar, wargapun kemudian mengikatnya dengan tali. Seluruh korban dievakuasi ke Puskesmas Lhoksukon.
Berdasarkan informasi, Nyakdi, merupakan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sejak tahun 2012 lalu. Nyakdi terdaftar di RSJ Banda Aceh. Namun belakangan diketahui ia telah kabur dari rumah sakit sejak beberapa bulan lalu. Baru Selasa (24/6) sore ia sampai ke kampung halamannya.
(rsa)