Bagikan BLSM di pelosok, harus gunakan pesawat & kuda
Rabu, 26 Juni 2013 - 14:31 WIB
Bagikan BLSM di pelosok, harus gunakan pesawat & kuda
A
A
A
Sindonews.com - Pembagian Bantuan Langsung Sementara Mmasyarakat (BLSM), di tiga kecamatan terpencil, di Luwu Utara, yakni di Kecamatan Seko, Limbong, dan Rampi, akan menemui kendala. Sebab, kawasan itu sulit dijangkau.
Untuk dapat memberikan BLSM ke tiga wilayah itu, PT Pos Palopo harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Sebab, perjalanan ke tiga kecamatan itu harus menggunakan jasa ojek atau kuda.
Bahkan, untk Kecamatan Rampi, harus ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang. Karena, letak wilayah tiga kecamatan ini sangat sulit dijangkau, berada di daerah pegunungan yang jalannya masih jalan kuda.
Banyak pihak memprediksi, penyaluran BLSM di Luwu Raya, dan Toraja, akan bermasalah. Karena, banyak rumah tangga miskin yang tidak terdaftar. Sebab, proses pendaftaran rumah tangga miskin yang dilakukan BPS tidak melibatkan RT dan RW masing-masing desa dan kelurahan.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Pos cabang Palopo, mulai melakukan penyortiran kartu BLSM, untuk pembayaran enam kabupaten dan kota. Pembayaran BLSM, ini akan dimulai, pada 1 Juli 2013.
Tercatat sebanyak 92.000 lebih kartu BLSM tiba di Kantor Pos cabang Palopo mulai disortir. Penyortiran dilakukan, karena paket kartu tersebut tidak beraturan. Untuk itu, pegawai pos harus menyusun kartu tersebut berdasarkan desa dan kabupaten.
Informasi dari Kepala PT Pos cabang Palopo menyebutkan, proses penyortiran ini harus rampung paling lambat hari Sabtu minggu ini. Sebab, pada 1 Juli 2013, PT Pos Palopo mulai menyalurkan uang BLSM kepenerima yang sudah terdaftar di kartu BLSM.
Semua kartu tersebut, dikirim dari pusat berdasarkan data warga miskin yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan oleh masing-masing kabupaten dan kota di Luwu Raya, dan Toraja.
Untuk tahap pertama pembagian BLSM, ini rumah tangga miskin penerima BLSM akan mendapatkan uang sebanyak Rp300.000. Uang itu, untuk pembayaran BLSM bulan Juni dan Juli 2013.
Untuk dapat memberikan BLSM ke tiga wilayah itu, PT Pos Palopo harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Sebab, perjalanan ke tiga kecamatan itu harus menggunakan jasa ojek atau kuda.
Bahkan, untk Kecamatan Rampi, harus ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang. Karena, letak wilayah tiga kecamatan ini sangat sulit dijangkau, berada di daerah pegunungan yang jalannya masih jalan kuda.
Banyak pihak memprediksi, penyaluran BLSM di Luwu Raya, dan Toraja, akan bermasalah. Karena, banyak rumah tangga miskin yang tidak terdaftar. Sebab, proses pendaftaran rumah tangga miskin yang dilakukan BPS tidak melibatkan RT dan RW masing-masing desa dan kelurahan.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Pos cabang Palopo, mulai melakukan penyortiran kartu BLSM, untuk pembayaran enam kabupaten dan kota. Pembayaran BLSM, ini akan dimulai, pada 1 Juli 2013.
Tercatat sebanyak 92.000 lebih kartu BLSM tiba di Kantor Pos cabang Palopo mulai disortir. Penyortiran dilakukan, karena paket kartu tersebut tidak beraturan. Untuk itu, pegawai pos harus menyusun kartu tersebut berdasarkan desa dan kabupaten.
Informasi dari Kepala PT Pos cabang Palopo menyebutkan, proses penyortiran ini harus rampung paling lambat hari Sabtu minggu ini. Sebab, pada 1 Juli 2013, PT Pos Palopo mulai menyalurkan uang BLSM kepenerima yang sudah terdaftar di kartu BLSM.
Semua kartu tersebut, dikirim dari pusat berdasarkan data warga miskin yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan oleh masing-masing kabupaten dan kota di Luwu Raya, dan Toraja.
Untuk tahap pertama pembagian BLSM, ini rumah tangga miskin penerima BLSM akan mendapatkan uang sebanyak Rp300.000. Uang itu, untuk pembayaran BLSM bulan Juni dan Juli 2013.
(san)