Titik api di Muba berasal dari kebun rakyat
Jum'at, 21 Juni 2013 - 17:05 WIB
Titik api di Muba berasal dari kebun rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Meski cendrung fluktuatif, titik api di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah terpantau. Berdasarkan pantauan satelit Modis, terpantau sedikitnya 20 titik api ada di Muba.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Muba, H Djazim Arifin, mengatakan pengawasan intensif memang perlu dilakukan di musim kemarau agar terhindar dari bahaya kebakaran hutan. Umumnya, hutan yang mengalami kebakaran terjadi di kebun rakyat karena ada pembukaan lahan yang dibakar.
“Kita mengupayakan dengan langkah koordinasi sehingga kebakaran lahan sekecil apapun dapat segera ditanggulangi,” jelasnya, Jumat (21/6/2013).
Sementara itu, Kepala UPTD Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Hutan, Wan Kamil mengatakan titik api di musim kemarau ini cendrungan meningkat, meskipun fluktuatif.
"Pada Kamis (20/6) tercatat 19 titik api dan satu titik api terpantau di areal perusahaan di wilayah Tungkal Jaya. Selebihnya, kebakaran hutan dan lahan banyak di areal perkebunan rakyat untuk pembukaan lahan," jelasnya.
Lebih lanjut, papar Wan Kamil, setiap titik api yang telah terdeteksi akan diinformasikan kepada masyarakat atau perusahaan.
Setelah itu, pihak perusahaan atau masyarakat akan melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui titik api tersebut dalam untuk dilakukan upaya pencegahannya.
“Kita masih pantau kalau dalam tiga hari berturut-turut tidak hilang titik apinya maka kita akan lakukan ground check untuk memastikan ada kebakaran atau hanya titik panas saja,” terangnya.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Muba, H Djazim Arifin, mengatakan pengawasan intensif memang perlu dilakukan di musim kemarau agar terhindar dari bahaya kebakaran hutan. Umumnya, hutan yang mengalami kebakaran terjadi di kebun rakyat karena ada pembukaan lahan yang dibakar.
“Kita mengupayakan dengan langkah koordinasi sehingga kebakaran lahan sekecil apapun dapat segera ditanggulangi,” jelasnya, Jumat (21/6/2013).
Sementara itu, Kepala UPTD Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Hutan, Wan Kamil mengatakan titik api di musim kemarau ini cendrungan meningkat, meskipun fluktuatif.
"Pada Kamis (20/6) tercatat 19 titik api dan satu titik api terpantau di areal perusahaan di wilayah Tungkal Jaya. Selebihnya, kebakaran hutan dan lahan banyak di areal perkebunan rakyat untuk pembukaan lahan," jelasnya.
Lebih lanjut, papar Wan Kamil, setiap titik api yang telah terdeteksi akan diinformasikan kepada masyarakat atau perusahaan.
Setelah itu, pihak perusahaan atau masyarakat akan melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui titik api tersebut dalam untuk dilakukan upaya pencegahannya.
“Kita masih pantau kalau dalam tiga hari berturut-turut tidak hilang titik apinya maka kita akan lakukan ground check untuk memastikan ada kebakaran atau hanya titik panas saja,” terangnya.
(rsa)