Liput demo BBM, Jurnalis Trans 7 terkena tembakan
Senin, 17 Juni 2013 - 14:46 WIB
Liput demo BBM, Jurnalis Trans 7 terkena tembakan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang Jurnalis Trans 7 Nugroho Anton menjadi korban dalam aksi unjukrasa menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jambi. Mata sebelah kanan Anton terkena selongsong peluru gas air matanya.
Menurut Koordinator Liputan Daerah (Korda) Trans 7 Adi Dodi, saat ini Anton sedang ditangani secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mataher Jambi.
“Anton sekarang masih terbaring lemas dan sedang dirawat,” jelas Adi Dodi kepada Sindonews, Senin (17/6/2013).
Menurut Anton, kasus tersebut kini sudah masuk ke pihak redaksi dan ditangani langsung Eksekutif Produser Trans 7, Saor Simanjuntak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jambi menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di halaman Kantor DPRD Provinsi Jambi.
Karena dilarang masuk di dalam gedung DPRD, mahasiswa akhirnya berupaya mendobrak pagar kantor DPRD. Tak ayal upaya mahasiswa tersebut mendapatkan tindakan tegas dari aparat keamanan. Akhirnya terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi.
Saat situasi memanas tiba-tiba terdengar letusan tembakan. Mereka baru tersadar saat ada seorang wartawan Trans 7 roboh dan bercucuran darah di bagian pelipis mata sebelah kanan.
Menurut Koordinator Liputan Daerah (Korda) Trans 7 Adi Dodi, saat ini Anton sedang ditangani secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mataher Jambi.
“Anton sekarang masih terbaring lemas dan sedang dirawat,” jelas Adi Dodi kepada Sindonews, Senin (17/6/2013).
Menurut Anton, kasus tersebut kini sudah masuk ke pihak redaksi dan ditangani langsung Eksekutif Produser Trans 7, Saor Simanjuntak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jambi menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di halaman Kantor DPRD Provinsi Jambi.
Karena dilarang masuk di dalam gedung DPRD, mahasiswa akhirnya berupaya mendobrak pagar kantor DPRD. Tak ayal upaya mahasiswa tersebut mendapatkan tindakan tegas dari aparat keamanan. Akhirnya terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi.
Saat situasi memanas tiba-tiba terdengar letusan tembakan. Mereka baru tersadar saat ada seorang wartawan Trans 7 roboh dan bercucuran darah di bagian pelipis mata sebelah kanan.
(rsa)