Prabowo diminta turun tangan atasi kisruh di Tangerang
Rabu, 12 Juni 2013 - 16:17 WIB
Prabowo diminta turun tangan atasi kisruh di Tangerang
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan orang dari Pengurus Anak Cabag (PAC) Partai Gerindra se-Kota Tangerang, siang ini mendatangi Kantor KPUD Kota Tangerang. Mereka menyerahkan surat pernyataan, bahwa Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang masih Sofiyan Ahmad.
Hal itu dilakukan, karena Keputusan Mahkamah Agung pada Juli 2012 lalu menyatakan, Sofiyan Ahmad tak terbukti berijazah palsu.
Wakil Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Tangerang Nasan mengatakan, dengan begitu posisi ketua DPC masih tetap dijabat Sofiyan Ahmad. "Kami datang ke sini untuk menyerahkan surat pernyataan, bahwa ketua DPC Gerindra masih ditangan Sofiyan Ahmad," katanya, kepada wartawan, di Tangerang, Rabu (12/6/2013).
Dia menambahkan, Sofiyan Ahmad beberapa waktu lalu dipaksa untuk berhenti sebagai Ketua DPC oleh pengurus baru. Namun, setelah hal yang dituduhkan itu tak terbukti, posisi Sofiyan Ahmad harus dikembalikan kepada posisi semula.
"Kami tidak mengakui adanya Plt Ketua DPC yang yang saat ini dijabat oleh Nurhadi," terang Nasan yang diikuti pula oleh pengurus PAC lainnya.
Dilanjutkan dia, sejak Sofiyan Ahmad diangkat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang pada tahun 2008-2013, sampai saat ini belum ada pencabutan SK atas pengangkatannya. Hal itu dibenarkan oleh Sofiyan Ahmad.
Karena itu, dia akan datang kepada Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto agar turun tangan terkait masalah tersebut. "Hari ini juga saya akan datang ke DPP untuk menemui Pak Prabowo," kata Sofiyan Achmad.
Tujuannya, sambung dia, tidak lain untuk menyelamatkan Partai Gerindra yang saat ini sudah diperjual belikan oleh oknum partai yang tidak bertanggung jawab.
Buktinya, setelah partai tersebut mengeluarkan rekomendasi kepada bakal calon Wali Kota Tangerang Harry Mulya Zein atau HMZ, kenapa rekomendasi tersebut bisa keluar kembali kepada bakal calon lainnya Arief R Wismanyah.
"Ini tidak benar. Hanya karena sebuah nilai rupiah rekomendasi itu kok bisa keluar kembali," kata Sofiyan.
Begitu pula dengan pencalegan di Kota Tangerang. Seorang caleg namanya bisa hilang dan digantikan dengan nama orang lain, karena yang menggantikan itu mampu memberikan sejumlah uang yang cukup besar.
"Ini sangat membahayakan bagi perkembangan Partai Gerindra. Untuk itu Pak Prabowo Subianto selaku pembina partai harus turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Bila tidak nama besar Partai Gerindra akan hancur,” tutupnya.
Hal itu dilakukan, karena Keputusan Mahkamah Agung pada Juli 2012 lalu menyatakan, Sofiyan Ahmad tak terbukti berijazah palsu.
Wakil Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Tangerang Nasan mengatakan, dengan begitu posisi ketua DPC masih tetap dijabat Sofiyan Ahmad. "Kami datang ke sini untuk menyerahkan surat pernyataan, bahwa ketua DPC Gerindra masih ditangan Sofiyan Ahmad," katanya, kepada wartawan, di Tangerang, Rabu (12/6/2013).
Dia menambahkan, Sofiyan Ahmad beberapa waktu lalu dipaksa untuk berhenti sebagai Ketua DPC oleh pengurus baru. Namun, setelah hal yang dituduhkan itu tak terbukti, posisi Sofiyan Ahmad harus dikembalikan kepada posisi semula.
"Kami tidak mengakui adanya Plt Ketua DPC yang yang saat ini dijabat oleh Nurhadi," terang Nasan yang diikuti pula oleh pengurus PAC lainnya.
Dilanjutkan dia, sejak Sofiyan Ahmad diangkat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang pada tahun 2008-2013, sampai saat ini belum ada pencabutan SK atas pengangkatannya. Hal itu dibenarkan oleh Sofiyan Ahmad.
Karena itu, dia akan datang kepada Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto agar turun tangan terkait masalah tersebut. "Hari ini juga saya akan datang ke DPP untuk menemui Pak Prabowo," kata Sofiyan Achmad.
Tujuannya, sambung dia, tidak lain untuk menyelamatkan Partai Gerindra yang saat ini sudah diperjual belikan oleh oknum partai yang tidak bertanggung jawab.
Buktinya, setelah partai tersebut mengeluarkan rekomendasi kepada bakal calon Wali Kota Tangerang Harry Mulya Zein atau HMZ, kenapa rekomendasi tersebut bisa keluar kembali kepada bakal calon lainnya Arief R Wismanyah.
"Ini tidak benar. Hanya karena sebuah nilai rupiah rekomendasi itu kok bisa keluar kembali," kata Sofiyan.
Begitu pula dengan pencalegan di Kota Tangerang. Seorang caleg namanya bisa hilang dan digantikan dengan nama orang lain, karena yang menggantikan itu mampu memberikan sejumlah uang yang cukup besar.
"Ini sangat membahayakan bagi perkembangan Partai Gerindra. Untuk itu Pak Prabowo Subianto selaku pembina partai harus turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Bila tidak nama besar Partai Gerindra akan hancur,” tutupnya.
(san)