Warga Bandung tuliskan protes pakai tinta darah
Selasa, 11 Juni 2013 - 11:07 WIB
Warga Bandung tuliskan protes pakai tinta darah
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memprotes pelantikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, massa dari Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) melakukan penolakan dengan menulis protes memakai tinta darah.
Sebelum menuliskan protes diatas spanduk putih, salahsatu warga melukai telapak tangannya untuk mendapatkan darah. Selanjutnya, dengan kuas darah ditorehkan ke atas spanduk yang sudah disiapkan.
Joker, ketua umum PMPR, sengaja melukai tangan kirinya dengan pecahan kaca. Darahnya dikumpulkan pada mangkok kecil plastik. Salah seorang perwakilan PMPR kemudian menggunakan darah itu untuk menulis pesan dengan kuas kecil di atas kain putih. Isi tulisannya adalah 'Darah Rakyat Haram Kau Hisap...!'.
"Ini wujud kepedulian kita pada rakyat, darah pun akan kita keluarkan untuk perjuangan," kata Sekjen PMPR, Yahya, saat ditemui di sela aksi, Selasa (11/6/2013).
Ia pun menyebut beberapa alasan kenapa menolak pelantikan Aher. Salah satunya karena melukai hati para ulama di Jabar. "Di balik terpilihnya Aher, ada doa dari para ulama. Tapi beliau tidak menjalankan amanah dan tugasnya dengan arif dan bijaksana," ucapnya.
Yahya menegaskan jika massanya menolak Aher dilantik. Jika Mendagri tetap melantik Aher, ia mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah banyak untuk beraksi. "Kita akan demo besar-besaran kalau Aher tetap dilantik," ancamnya.
Selain menuntut Aher tidak dilantik, massa yang berjumlah sekira 100 orang itu juga menyuarakan sejumlah tuntutan. Di antaranya usut kasus anggaran kampanye yang menggunakan dana CSR, menuntut Aher minta maaf pada rakyat dan para ulama se-Jabar, serta menuntut Aher diperiksa dalam kasus Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp260 miliar yang disalurkan kepada beberapa universitas negeri dan swasta.
Sebelum menuliskan protes diatas spanduk putih, salahsatu warga melukai telapak tangannya untuk mendapatkan darah. Selanjutnya, dengan kuas darah ditorehkan ke atas spanduk yang sudah disiapkan.
Joker, ketua umum PMPR, sengaja melukai tangan kirinya dengan pecahan kaca. Darahnya dikumpulkan pada mangkok kecil plastik. Salah seorang perwakilan PMPR kemudian menggunakan darah itu untuk menulis pesan dengan kuas kecil di atas kain putih. Isi tulisannya adalah 'Darah Rakyat Haram Kau Hisap...!'.
"Ini wujud kepedulian kita pada rakyat, darah pun akan kita keluarkan untuk perjuangan," kata Sekjen PMPR, Yahya, saat ditemui di sela aksi, Selasa (11/6/2013).
Ia pun menyebut beberapa alasan kenapa menolak pelantikan Aher. Salah satunya karena melukai hati para ulama di Jabar. "Di balik terpilihnya Aher, ada doa dari para ulama. Tapi beliau tidak menjalankan amanah dan tugasnya dengan arif dan bijaksana," ucapnya.
Yahya menegaskan jika massanya menolak Aher dilantik. Jika Mendagri tetap melantik Aher, ia mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah banyak untuk beraksi. "Kita akan demo besar-besaran kalau Aher tetap dilantik," ancamnya.
Selain menuntut Aher tidak dilantik, massa yang berjumlah sekira 100 orang itu juga menyuarakan sejumlah tuntutan. Di antaranya usut kasus anggaran kampanye yang menggunakan dana CSR, menuntut Aher minta maaf pada rakyat dan para ulama se-Jabar, serta menuntut Aher diperiksa dalam kasus Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp260 miliar yang disalurkan kepada beberapa universitas negeri dan swasta.
(ysw)