Miliki senpi, penjahat lebih nekat & kejam
Kamis, 06 Juni 2013 - 04:27 WIB
Miliki senpi, penjahat lebih nekat & kejam
A
A
A
Sindonews.com – Aksi kejahatan dengan kekerasan yang terjadi beberapa hari belakangan ini terbilang nekat dan kejam. Kawanan pelaku perampokan yang berbekal senjata api (Senpi) ilegal, beraksi di siang hari dalam kondisi ramai.
Seperti yang terjadi di Alfamart yang berlokasi di Jalan Pembangunan III, Kelurahan Karangsari, RT 03/05, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa uang tunai sekitar Rp2,5 juta.
Menurut Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada, pelaku yang terdiri dari dua orang tersebut terbilang nekat. Pasalnya, kedua pelaku beraksi saat kondisi mini market tersebut sedang melayani konsumen.
“Tidak seperti perampokan pada umumnya menunggu sepi. Kali ini dalam situasi ada pengunjung. Bahkan pengunjung tak tahu ada perampokan,” ujar Wahyu, Rabu (5/6/2013).
Sedangkan, aksi serupa juga terjadi di Jalan Gandaria 1, No.55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kawanan pelaku, berhasil merampas uang sebesar Rp230 juta, milik PT Tunas Artha Gardatama (TAG).
Petugas yang melakukan pengawalan dibuat tak berdaya, karena kawanan pelaku beraksi siang hari. Kondisi yang ramai, membuat petugas yang berani melepaskan tembakan khawatir mengenai warga.
Seperti yang terjadi di Alfamart yang berlokasi di Jalan Pembangunan III, Kelurahan Karangsari, RT 03/05, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa uang tunai sekitar Rp2,5 juta.
Menurut Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada, pelaku yang terdiri dari dua orang tersebut terbilang nekat. Pasalnya, kedua pelaku beraksi saat kondisi mini market tersebut sedang melayani konsumen.
“Tidak seperti perampokan pada umumnya menunggu sepi. Kali ini dalam situasi ada pengunjung. Bahkan pengunjung tak tahu ada perampokan,” ujar Wahyu, Rabu (5/6/2013).
Sedangkan, aksi serupa juga terjadi di Jalan Gandaria 1, No.55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kawanan pelaku, berhasil merampas uang sebesar Rp230 juta, milik PT Tunas Artha Gardatama (TAG).
Petugas yang melakukan pengawalan dibuat tak berdaya, karena kawanan pelaku beraksi siang hari. Kondisi yang ramai, membuat petugas yang berani melepaskan tembakan khawatir mengenai warga.
(stb)