Wadir IV narkoba akui anggotanya tendang Zainudin

Selasa, 04 Juni 2013 - 21:21 WIB
Wadir IV narkoba akui...
Wadir IV narkoba akui anggotanya tendang Zainudin
A A A
Sindonews.com - Wakil Direktur IV Narkoba Mabes Polri Kombes Anjan Pramuka mengakui, anggotanya Bripka S sempat menendang tahanan kasus narkoba, Zainudin Taqwa (40) yang saat ini dirawat intensif di Ruang Trembesi RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur akibat terluka setelah mendapatkan penganiayaan.

Tendangan itu dilakukan anggotanya sebagai sanksi terhadap korban, lantaran kedapatan membawa ponsel, bukan maksud penganiayaan.

"Dia kedapatan membawa HP di tahanan, dan ketahuan sama anggota. Anggota kami cuma nendang sekali. Rupanya yang bersangkutan punya TBC dan gula darah tinggi," akunya, saat dikonfirmasi, Selasa (04/06/2013).

Ketika ditanya seberapa kuat tendangan itu, hingga mengakibatkan korban muntah darah dan pingsan, Anjan mengelak. Kontak fisik yang dilakukan anggotanya itu tidak bisa dikategorikan sebagai penganiayaan.

"Ya kalau tendangannya kencang, sudah pasti patah tulang dong," ucapnya.

Anjan menilai, keterangan dari pihak keluarga tahanan narkoba itu cenderung berlebihna atas apa yang terjadi sebenarnya.

"Memang ada tendangan, tapi enggak perlu sampai melebih-lebihkan seperti itu," imbuhnya.

Terkait kondisi korban, lanjut Anjam, pihaknya di Ditnarkoba Mabes Polri akan bertanggungjawab penuh sampai yang bersangkutan sembuh dirawat di RS Polri Keramat Jati.

Sementara bagi Bripka S, jajarannya akan melakukan penindakan internal berupa teguran dan peringatan dari atasan langsung.

"Kita juga tidak masalah kalau persoalan ini diproses di Propam Mabes Polri. Kita siap-siap saja," tegasnya menantang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zainudin Taqwa (40), seorang tahanan narkoba Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri harus dirawat intensif di Ruang Trembesi RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur akibat dianiaya oknum polisi petugas jaga hingga kritis dan tak sadarkan diri.

Oknum polisi anggota Unit III Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika berinisial S berpangkat Bripka itu, diketahui menganiaya korban di bagian kaki, perut dan dada sampai mengalami luka serius pada Minggu (02/06/2013), pukul 01:00 WIB lalu.

Ironisnya, korban yang telah mendapatkan luka berat, baru dilarikan ke rumah sakit, 12 jam kemudian.
(stb)
Berita Terkait
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Begini Lanjutan Kasus...
Begini Lanjutan Kasus Polisi Tembak Polisi di Bogor
Jenderal Polisi Gadungan...
Jenderal Polisi Gadungan di Jaktim Diduga Tipu Korban hingga Rp1 Miliar
Kisruh Polisi Peras...
Kisruh 'Polisi Peras Polisi', Bripka Madih Bawa Berkas Kasus Tanah ke Polda Metro Jaya
Kades di Lamongan Digerebek...
Kades di Lamongan Digerebek Saat Bercumbu dengan Selingkuhan
Bareskrim Polri Sita...
Bareskrim Polri Sita Aset yang Dimiliki Doni Salmanan
Berita Terkini
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
9 menit yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
41 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
48 menit yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
2 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
2 jam yang lalu
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
8 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved