Warga To Padang gelar ritual kesuburan & keselamatan

Selasa, 04 Juni 2013 - 17:03 WIB
Warga To Padang gelar...
Warga To Padang gelar ritual kesuburan & keselamatan
A A A
Sindonews.com - Masyarakat Kurungan Bassi atau To Padang yang mayoritas berdomisili di kawasan Anjoro Pitu Kabupaten Mamuju dan sekitarnya menggelar acara adat Malliha Tampo.

Ritual diawali prosesi menyembelih seekor kerbau itu sebagai simbol permohonan kesuburan dan keselamatan.

Bupati Mamuju Suhardi Duka, para tokoh masyarakat To Padang dan ratusan masyarakat menyaksikan langsung detik demi detik prosesi.

Tokoh adat To Padang Syamsuddin, mengatakan, acara adat Malliha Tampo adalah acara yang bertujuan sebagai media permohonan doa kepada sang pencipta untuk membersihkan tanah yang selama ini telah dikotori oleh tangan manusia.

"Sehingga nantinya diharapkan tanah yang menjadi pijakan tersebut dapat menjadi subur dan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia," jelas Syamsuddin, Selasa (4/5/2013).

Selain itu, diharapkan dapat diberikan kesejahteraan dan kesehatan agar menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Salah satu yang paling menonjol dari kegiatan ini adalah penyembelihan seekor kerbau. Dimana kepala dan salah satu kaki kerbau tersebut diletakkan di suatu tempat yang sama, namun dengan posisi berbeda.

Kepala kerbau diletakkan di atas, sementara kaki kerbau berada di bawah tempat kepala kerbau.

"Makna adalah kepala kerbau berada di atas sebagai simbol dan saksi doa kepada Allah SWT yang dipanjatkan ke langit tujuh susun. Sedangkan kaki kerbau yang menjuntai ke bawah melambangkan sebagai saksi doa yang dipanjatkan kepada pencipta disaksikan tanah tujuh lapis. Semua itu sekaligus menyimbolkan keistimewaan angka tujuh bagi masyarakat Mamuju," terangnya,

Di tengah ritual juga ditampilkan aneka kesenian tradisional yang dibawakan oleh warga To Padang, tanpa melibatkan sanggar atau kelompok kesenian lainnya. Seperti Tarian Sahuhang dan pencak silat khas daerah Manakarra (sebutan lain Mamuju).

Usai kegiatan, Bupati Mamuju Suhardi Duka berharap, tiap pelaksanaan acara adat serupa tidak hanya sebatas seremoni. Namun lebih diutamakan pada memperkenalkan filosofinya. Agar generasi muda memahami dan menghargai adat budaya sendiri.

"Jadi para orang tua kita harus memberikan pemahaman kepada anak muda tentang makna yang terkandung dalam kegiatan tersebut," katanya.

Kegiatan budaya yang dilakukan hendaknya juga tidak menggiring masyarakat menjadi syirik. Ritual kerbau itu hanya sebuah simbolik.
(lns)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
27 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
45 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
53 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved