56 Siswa SMP di Tana Toraja tidak lulus UN
Minggu, 02 Juni 2013 - 15:52 WIB
56 Siswa SMP di Tana Toraja tidak lulus UN
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 56 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di kabupaten Tana Toraja dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Toraja Utara, Daud Sampe Urang menyatakan jumlah siswa SMP/MTS di kabupaten Tana Toraja yang terdaftar sebagai peserta UN tahun ini sebanyak 4712 orang tapi yang mengikuti UN hanya 4637 siswa.
Berdasarkan pengumuman hasil UN SMP/MTS tahun ini, dari 4637 siswa yang ikut UN, 56 siswa dari 11 SMP negeri maupun swasta dinyatakan tidak lulus UN.
Adapun SMP yang siswanya tidak lulus UN tahun ini yakni, SMP Negeri 3 Makale sebanyak 31 orang, SMP Negeri 5 Makale 7 orang, SMP Negeri 1 Bonggokaradeng 7 orang, SMP Negeri 6 Mengkendek 3 orang, SMP Terbuka 2 Mengkendek 2 orang, SMP YP Simbuang 1 orang, SMP Adven Mebali 1 orang, SMP Kristen Sangalla 1 orang, SMP Negeri 1 Sangalla 1 orang, SMP PGRI Pabuaran 1 orang dan SMP Negeri 1 Makale 1 orang.
"Hasil UN SMP sudah diumumkan serentak di setiap sekolah pada Sabtu(1/6) pukul 13.00 wita.SMP Negeri 3 Makale tercatat paling banyak siswanya tidak lulus UN yakni sebanyk 31 orang," ujar Daud di Makale, Minggu (2/6/2013).
Daud mengatakan persentase tingkat kelulusan siswa SMP/MTS di kabupaten Tana Toraja tahun ini 98,792 persen dan persentase siswa tidak lulus UN 1,208 persen. Persentase kelulusan siswa SMP tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang tingkat kelulusan siswa mencapai 100 persen.
Puluhan siswa SMP di Tana Toraja tidak lulus UN buka disebabkan carut marutnya pelaksanaan UN tahun ini tetapi disebabkan tingkat kesulitan soal UN lebih berat jika dibandingkan dengan UN tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, peserta UN dihadapkan pada 20 paket soal yang berbeda.
Menjelang UN, berbagai upaya pun sudah dilakukan pihak sekolah agar siswa lebih siap menghadapi UN dengan memberikan pelajaran tambahan hingga latihan untuk menjawab soal UN.
"Ke depan, kami akan berusaha lebih maksimal lagi untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN sehingga siswa bisa lulus 100 persen," ujar Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan kecamatan Sangalla itu.
Pantauan di sejumlah SMP di kota Makale, berbagai ekspresi kegembiraan dilakukan para siswa saat mengetahui diri lulus UN. Lain halnya dengan sejumlah siswa yang diliputi kesedihan seolah mereka tidak bisa menerima kenyataan dirinya tidak lulus UN.
Aparat Satuan Lalulintas Polres Tana Toraja pun nampak berjaga-jaga disejumlah ruas jalan dalam kota Makale mengantisipasi aksi konvoi kendaraan dari sejumlah siswa untuk merayakan kelulusan. Hingga menjelang sore, tidak nampak adanya konvoi kendaraan yang dilakukan siswa SMP di jalan raya.
"Kami sudah mengeluarkan imbauan agar siswa tidak melakukan konvoi di jalan raya usai pengumuman hasil UN," ujar Kasat Lantas Polres Tana Toraja, AKP Andi Muh Zakir.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Toraja Utara, Daud Sampe Urang menyatakan jumlah siswa SMP/MTS di kabupaten Tana Toraja yang terdaftar sebagai peserta UN tahun ini sebanyak 4712 orang tapi yang mengikuti UN hanya 4637 siswa.
Berdasarkan pengumuman hasil UN SMP/MTS tahun ini, dari 4637 siswa yang ikut UN, 56 siswa dari 11 SMP negeri maupun swasta dinyatakan tidak lulus UN.
Adapun SMP yang siswanya tidak lulus UN tahun ini yakni, SMP Negeri 3 Makale sebanyak 31 orang, SMP Negeri 5 Makale 7 orang, SMP Negeri 1 Bonggokaradeng 7 orang, SMP Negeri 6 Mengkendek 3 orang, SMP Terbuka 2 Mengkendek 2 orang, SMP YP Simbuang 1 orang, SMP Adven Mebali 1 orang, SMP Kristen Sangalla 1 orang, SMP Negeri 1 Sangalla 1 orang, SMP PGRI Pabuaran 1 orang dan SMP Negeri 1 Makale 1 orang.
"Hasil UN SMP sudah diumumkan serentak di setiap sekolah pada Sabtu(1/6) pukul 13.00 wita.SMP Negeri 3 Makale tercatat paling banyak siswanya tidak lulus UN yakni sebanyk 31 orang," ujar Daud di Makale, Minggu (2/6/2013).
Daud mengatakan persentase tingkat kelulusan siswa SMP/MTS di kabupaten Tana Toraja tahun ini 98,792 persen dan persentase siswa tidak lulus UN 1,208 persen. Persentase kelulusan siswa SMP tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang tingkat kelulusan siswa mencapai 100 persen.
Puluhan siswa SMP di Tana Toraja tidak lulus UN buka disebabkan carut marutnya pelaksanaan UN tahun ini tetapi disebabkan tingkat kesulitan soal UN lebih berat jika dibandingkan dengan UN tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, peserta UN dihadapkan pada 20 paket soal yang berbeda.
Menjelang UN, berbagai upaya pun sudah dilakukan pihak sekolah agar siswa lebih siap menghadapi UN dengan memberikan pelajaran tambahan hingga latihan untuk menjawab soal UN.
"Ke depan, kami akan berusaha lebih maksimal lagi untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN sehingga siswa bisa lulus 100 persen," ujar Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan kecamatan Sangalla itu.
Pantauan di sejumlah SMP di kota Makale, berbagai ekspresi kegembiraan dilakukan para siswa saat mengetahui diri lulus UN. Lain halnya dengan sejumlah siswa yang diliputi kesedihan seolah mereka tidak bisa menerima kenyataan dirinya tidak lulus UN.
Aparat Satuan Lalulintas Polres Tana Toraja pun nampak berjaga-jaga disejumlah ruas jalan dalam kota Makale mengantisipasi aksi konvoi kendaraan dari sejumlah siswa untuk merayakan kelulusan. Hingga menjelang sore, tidak nampak adanya konvoi kendaraan yang dilakukan siswa SMP di jalan raya.
"Kami sudah mengeluarkan imbauan agar siswa tidak melakukan konvoi di jalan raya usai pengumuman hasil UN," ujar Kasat Lantas Polres Tana Toraja, AKP Andi Muh Zakir.
(rsa)