Melebihi kapasitas, bentor diprotes warga

Senin, 27 Mei 2013 - 22:02 WIB
Melebihi kapasitas,...
Melebihi kapasitas, bentor diprotes warga
A A A
Sindonews.com - Sejumlah orang tua di Tebing Tinggi berharap agar pihak kepolisian bersikap tegas terhadap pengendara ojek gandeng atau becak motor (Bentor) serta angdes yang suka menaikan penumpang melebihi kapasitas.

Karena menurut mereka, setiap orang tua yang melihat hal tersebut jelas akan menjadi cemas. Apalagi mereka masih anak-anak dan sama sekali belum mengerti dengan bahaya yang mengancam mereka.

Seperti diungkapkan oleh Ani, salah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Tanjung Kupang yang mengaku sangat kaget saat melihat anaknya pulang sekolah naik bentor bersama enam orang temannya. Menurutnya dengan kondisi tersebut jelas sudah melebihi kapasitas, karena penumpang bentor hanya 2 orang sesuai dengan kapasitas tempat duduk yang ada.

“Jadi mereka berjumlah 7 orang termasuk anak saya, bahkan ada yang bergantungan dibelakang dan berdiri dibagian depan gandengan motor itu, jelas saya marah-marah,” ujarnya, Senin (27/5/2013).

Menurutnya, melihat hal itu jelas orang tua yang lain akan cemas. Mereka tidak menyalahkan anak-anak mereka, karena secara umur belum mengerti bahaya. Namun mereka (pengojek) yang harus memikirkan hal itu. Apalagi menurutnya rata-rata kendaraan yang melintas di jalan utama di Tebing Tinggi berkecepatan tinggi dan banyak kendaraan dari luar daerah.

“Ini kan jalan lintas, jadi wajarlah kami cemas melihatnya, kami tidak terbayang jika terjadi apa-apa dengan anak-anak itu semisal jatuh atau tabrakan,” tukasnya.

Terpisah Kadisdik Empatlawang Akisropi Ayub melalui Kabid Dikmen Regi Subono mengungkapkan, pihaknya dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan kepada peserta didik di Empatlawang, agar tidak naik keatas atap mobil atau bergantungan.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan menggandeng pihak kepolisian. Mereka juga akan meminta pihak kepolisian untuk mencegah para sopir tersebut agar tidak menaikkan penumpang terutama anak-anak sekolah secara berlebihan.

“Kita akui itu masih banyak terjadi dan kita temui, namun akan terus kita upayakan agar dapat diminimalisir, karena jujur saja kami juga sangat khawatir melihat pemandangan itu,” jelasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved