Alot, akhirnya penolakan warga didukung DPRD Mura

Senin, 29 April 2013 - 16:49 WIB
Alot, akhirnya penolakan...
Alot, akhirnya penolakan warga didukung DPRD Mura
A A A
Sindonews.com - Aksi warga menolak penetapan tapal batas Kabupaten Musi Rawas (Mura) di Gedung DPRD Mura berlangsung alot dan panas. Kendati begitu, ahirnya disepakati keputusan untuk menolak rekomendasi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

Ketika warga dua kecamatan sedang melakukan aksi di Gedung DPRD Mura, ternyata suasana panas terjadi di ruang sidang. Aksi gebrak meja dan saling ngotot dalam pertemua yang digelar anggota DPRD Mura terjadi.

Sementara itu diluar ruang sidang, dua aksi unjukrasa bergiliran ini menbuntut penolakan terhadap keputusan tapal batas oleh Gubernur Sumsel terhadap wilayah Mura Bagian Selatan. Sedangkan aksi unjukrasa lainnya menolak keputusan tapal batas wilayah Mura Bagian Utara.

Ketua Pemuda Peduli Rawas Ilir (PPRI) Kecamatan Rawas Ilir, Abdul Aziz menegaskan, warga menolak keputusan tapal batas yang diserahkan.

"Keputusan itu sepihak oleh orang-orang yang tidak memiliki Rawas Ilir dan keputusan Presidium tidak ada persetujuan dengan masyarakat," tegas dia di Gedung DPRD Mura, Senin (29/4/2013).

Menurut Aziz, pembahasan tapal batas di Rawas Ilir itu sepihak. Sehingga wilayah yang dicaplok yakni, Suban IV, Dusun IV dan Dusun VI Desa Bingin Makmur. Total luas lahan yang dicaplok sekitar 9.000 hektare.

Dilokasi tersebut terdapat dua perusahaan tambang yakni, PT Gorby Putra Utama dan PT Triaryani. Lalu, dua perusahaan perkebunan yakni PT Iza dan PT SAP.

"Kami tidak menolak pemekaran Muratara. Tetapi jangan libatkan wilayah Rawas Ilir yang mau dicaplok. Kami siap pertahankan sampai mati," ancamnya.

Sedangkan, Sekretaris Pansus Muratara didampingi Bastari Ibrahim menegaskan, dewan sepakat menyelesaikan masalah ini dan mengeluarkan rekomendasi kepada eksekutif menolak penetapan batas wilayah Mura yang dilakukan sewenang-wenangan dan melanggar Keputusan Kemendagri No 01/2006 mengenai tapal batas.

"Rekomendasi ini langsung ditandatangani seluruh anggota DPRD Mura menolak keputusan penetapan tapal batas tersebut," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Cegah Konflik Horizontal,...
Cegah Konflik Horizontal, Kemendagri Minta Daerah Percepat Penegasan Batas Desa
Bupati Yaatulo Bicara...
Bupati Yaatulo Bicara Potensi Kabupaten Nias Jadi Provinsi Kepulauan
Pemekaran Papua Bentuk...
Pemekaran Papua Bentuk Keseriusan Pemerintah Membangun Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Sulut: Pemekaran...
Gubernur Sulut: Pemekaran Bukan untuk Memisahkan Wilayah, tapi Mendekatkan Pelayanan Publik
DPR Sahkan Usulan 3...
DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi
Waketum PKN Dukung Pemekaran...
Waketum PKN Dukung Pemekaran Provinsi Maluku
Berita Terkini
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
19 menit yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
40 menit yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
4 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
6 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved