Dugaan malapraktik, Dirut RS Persahabatan dilaporkan ke polisi

Kamis, 25 April 2013 - 17:19 WIB
Dugaan malapraktik,...
Dugaan malapraktik, Dirut RS Persahabatan dilaporkan ke polisi
A A A
Sindonews.com - Direktur Utama RSU Persahabatan Mohammad Syahril dilaporkan ke polisi terkait dugaan malapraktik salah seorang dokter berinisial BHS, yang mengakibatkan kematian terhadap salah seorang pasien bernama Anna Marlina Simanungkalit (38).

Laporan dibuat oleh Pandapotan Manurung (40), suami dari Anna, ke SPK Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Pandapotan didampingi oleh tim kuasa hukumnya Yaser Panjaitan.

"Kami melaporkan Dirut RSU Persahabatan karena tindakan yang dilakukan dokternya itu merupakan tindakan malapraktik, yang menjadi tanggung jawabnya. Jadi Dirut mendapat dampak hukum atas kejadian ini," ujar Yaser Panjaitan, di SPK Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Ditambahkan dia, dugaan malapraktik yang dilakukan oleh dokter BHS berkaitan dengan lemahnya sistem pengawasan pihak pimpinan rumah sakit. "Ya, dugaan kita seperti itu. Ada pengawasan yang lemah," singkatnya.

Pada hari sebelumnya, Senin 22 April 2013, Yaser mengaku sudah mendatangi SPK untuk melaporkan BHS yang diduga melakukan malapraktik. "Kemarin kita sudah laporkan dokter, jadi kapasitasnya pimpinan jadi saksinya BHS," terangnya.

Untuk Kasus ini, mereka membuat dua berkas laporan. Pertama, laporan untuk dokter yang menangani pasien Anna yang diduga melakukan malapraktik. Kedua, laporan untuk Dirut RS Persahabatan yang merasa ikut bertanggungjawab atas terjadinya tindakan malapraktik.

"Semula polisi menolak laporan kedua, karena dari laporan pertama akan dikembangkan, tapi pihak kami menolak karena kami melaporkan dua orang sehingga harus ada dua laporan," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya Anna didiagnosis mengalami sakit kelenjar tiroid oleh dokter BHS. Dokter akhirnya melakukan operasi terhadap penyakit Anna. Namun, setelah dioperasi, Anna malah mengeluh sakit di bagian lehernya.

Dokter pun kembali memeriksa Anna dan mendiagnosis adanya tumor ganas. Anna akhirnya dioperasi untuk yang kedua kalinya. Setelah dioperasi, Anna sempat dirawat selama sembilan hari. Namun pada 23 Maret 2013, Anna menghembuskan nafas terakhirnya.
(san)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
14 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
14 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
17 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved