Kelabui petugas, truk pembawa oli bekas didesain khusus

Jum'at, 12 April 2013 - 09:23 WIB
Kelabui petugas, truk...
Kelabui petugas, truk pembawa oli bekas didesain khusus
A A A
Sindonews.com - Truk pengangkut oli bekas yang mengalami kebocoran plastik yang menjadi alas, untuk membungkus oli ternyata didesain khusus. Hal itu terlihat jelas ketika wartawan mendatangi truk dengan nomor polisi B 9212 BYU berplat kuning, yang ditahan oleh petugas PJR Bitung.

Hal itu pun diamini Kanit PJR Bitung Tol Jakarta-Tangerang Iptu Andika ketika ditemui pada Kamis (11/04/2013) malam.

"Iya, ini memang didesain khusus. Sulit memang, ini kalau tampak luar dan sekilas melihatnya seperti bukan mengangkut oli, mirip truk dari luar kota yang membawa sembako, padahal ini mobil sudah modifikasi khusus," ujarnya, semalam.

Menurut Andika, truk tersebut diketahui berasal dari Jatake Tangerang, sementara tujuannya belum diketahui ke Jakarta mana untuk mengantarkan oli bekas tersebut.

"Saya tahu sopirnya sudah dijemput petugas Polres Metro Tangerang," ujarnya.

Itu pun dibenarkan oleh Direktur Yayasan Perduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Uyus Setia Bhakti. Dia mengatakan, berdasarkan pengamatan lapangan, dilihat dari kondisi mobil truk yang sudah dimodifikasi.

“kami menduga mobil itu sudah sering digunakan, untuk mengangkut oli bekas dengan tujuan tertentu,” ungkapnya.

Menurut Uyus, peristiwa ini merupakan salah satu indikasi lemahnya pengawasan pihak pemerintah, dalam hal pengelolaan dan penegakan hukum lingkungan hidup.

Semestinya, lanjut Uyus, hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak penegak hukum, baik dari BPLH maupun kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap perusahan-perusahaan jasa transportasi dan pengolah limbah B3 di Tangerang.

"Kami minta BPLH maupun pihak kepolisian harus menyelidiki kejadian ini dengan serius. Sehingga bisa terungkap siapa perusahaan yang melakukan pengangkutan dengan menggunakan alat angkut modifikasi itu,”desaknya.

Berikan sanksi tegas juga kepada PT Jasa Marga, sebagai perusahaan pengelola jalan tol karena lalai dalam menangani kejadian, atau kecelakaan khusus yang bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan hidup
(stb)
Berita Terkait
Lima Sungai yang Paling...
Lima Sungai yang Paling Tercemar di Dunia
Sungai Tercemar Zat...
Sungai Tercemar Zat Besi, Buaya di Nepal Kulitnya Jadi Berkarat
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Aliran Sungai Cileungsi...
Aliran Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Pabrik
Sungai Jaletreng Berwarna...
Sungai Jaletreng Berwarna Coklat, DLH: Hasil Uji Lab Masih Kategori Aman
Aksi Warga Lawan Pencemaran...
Aksi Warga Lawan Pencemaran Limbah Pabrik
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
1 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
1 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
2 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
4 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved