BPBD minta Dinas kooperatif

Senin, 08 April 2013 - 17:23 WIB
BPBD minta Dinas kooperatif
BPBD minta Dinas kooperatif
A A A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mendorong dinas-dinas dan instansi terkait untuk turun ke lapangan mengatasi korban banjir Kabupaten Bandung.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Hendrawan, mengatakan sebagian besar warga korban banjir sudah dievakuasi ke tempat pengungsian yang aman dari banjir.

Namun, setelah proses evakuasi diperlukan penyelamatan baik warga pengungsi maupun yang tidak ikut mengungsi. Saat ini BPBD menunggu distribusi makanan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.

"Rencananya siang ini Dinsos akan membuka layanan dapur umum. Mudah-mudahan Dinsos segera turun," kata Hendrawan, Senin (8/4/2013).

Menurutnya, dinas-dinas harus segera turun. "Bagi saya itu keharusan, bukan mudah-mudahan, karena ini menyangkut keselamatan manusia. Maka BPBD mendorong dinas terkait untuk actiont di lapangan," ungkapnya.

Beberapa dinas yang sudah turun ke lapangan di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Saat ini kebutuhan logistik dipusatkan di tempat pengungsian Rusunawa Baleendah. Tetapi masih ada warga yang tidak mengungsi. Nah, korban banjir yang tak mengungsi inilah yang perlu segera mendapat distribusi bantuan.

"Kalau yang mengungsi sudah dicover BPBD karena tersentral kan di pengungsian. Kita buka dapur dan layanan di situ. Yang tak tercover itu di dilimpahkan ke kecamatan dan Dinsos untuk mencapainya," katanya.

Jumlah personel BPBD Kabupaten Bandung hanya 30 orang. Namun jumlah ini bukan kendala karean dibantu banyak relawan seperti PMI, TNI, Polisi.

Sementara kondisi air juga lambat surut. "Airnya sangat lemot, paling surut 10 cm. Jumlahnya masih gede," ujarnya.

Menurutnya, daerah yang paling parah terkena banjir adalah Kampung Uat, Babakan Leuwi Bandung, Andir, Parunghalang, selain Cieunteng yang saban tahunnya sering terkena banjir.

Seperti diberitakan, sekira 4.100 warga kecamatan yakni Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah, diungsikan akibat banjir. Banjir terjadi karena hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu 6 April lalu yang membuat Sungai Citarum meluap.
(rsa)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
52 menit yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
2 jam yang lalu
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
3 jam yang lalu
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
3 jam yang lalu
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
4 jam yang lalu
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
5 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved