Enam pelaku teror polisi direkonstruksi
Rabu, 03 April 2013 - 19:37 WIB
Enam pelaku teror polisi direkonstruksi
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengetahui kejadian penembakan pos polisi di Solo, tim Densus 88 melakukan rekonstruksi di sejumlah tempat. Dalam rekonstruksi ini, enam pelaku teror terhadap polisi ini dihadirkan, sementara seorang lagi diperankan oleh model karena pelaku tewas saat disergap.
Kapolres Solo Kombes Asdjima memastikan ada enam tersangka aksi teror di sejumlah pos polisi di Solo menjalani rekonstruksi.
"Rekonstruksi teroris ini dilakukan mulai dari tempat perencanaan hingga lokasi sasaran teror yang berada di tiga kabupaten di Jawa Tengah," terang Kapolres di lokasi, Rabu (3/4/2013).
Ketiga lokasi rekonstruksi yang dilakukan Mabes Polri ini adalah di Kabupanten Sukoharjo, Kota Solo, dan Kabupaten Karanganyar.
Sedangkan enam tersangka yang menjalani rekonstruksi adalah Bayu setiyono, Firmansyah, Ali Zaenal Abidin, Abu Hanifah, Bambang Winduro, dan Feri Susanto dan eksekutor yang tewas bernama Farhan diperankan model.
Menurut Kapolres, rekonstruksi ini digelar oleh tim penyidik dari Detasemen Khusus 88 dibantu oleh polisi setempat. Aksi teror dengan penembakan dan pelemparan granat dilakukan oleh para pelaku pertengahan tahun lalu pada beberapa pos polisi di Solo.
Serangan pertama dilakukan di pos pengamanan lebaran yang berada di daerah Gemblegan. Dua polisi terluka yakni Briptu Kukuh (26) anggota Satlantas Polresta Surakarta dan Bripka Hendro (47) anggota Satuan SPK Polsek Serengan.
Dalam serangan kedua, tersangka Bayu Setiyono bersama Farhan melempar pos polisi Gladak dengan granat saat malam lebaran. Serangan itu tidak menimbulkan korban, hanya menyebabkan sedikit kerusakan. Dalam aksi tersebut Farhan yang diperagakan model berperan sebagai eksekutor yang melemparkan granat.
Tak lama kemudian pelaku kembali menyerang sebuah pos polisi yang berada di Singosaren Plasa. Dalam peristiwa tersebut polisi jaga, Bripka Dwi Data Subekti tewas ditembak.
Selain ditiga tersebut, penyidik juga menggelar rekonstruksi di Gedung Pertemuan Cemani, Grogol, Sukoharjo dan Karanganyar. Lokasi-lokasi tersebut diperkirakan menjadi tempat perencanaan aksi teror seluruh tersangka.
Kapolres Solo Kombes Asdjima memastikan ada enam tersangka aksi teror di sejumlah pos polisi di Solo menjalani rekonstruksi.
"Rekonstruksi teroris ini dilakukan mulai dari tempat perencanaan hingga lokasi sasaran teror yang berada di tiga kabupaten di Jawa Tengah," terang Kapolres di lokasi, Rabu (3/4/2013).
Ketiga lokasi rekonstruksi yang dilakukan Mabes Polri ini adalah di Kabupanten Sukoharjo, Kota Solo, dan Kabupaten Karanganyar.
Sedangkan enam tersangka yang menjalani rekonstruksi adalah Bayu setiyono, Firmansyah, Ali Zaenal Abidin, Abu Hanifah, Bambang Winduro, dan Feri Susanto dan eksekutor yang tewas bernama Farhan diperankan model.
Menurut Kapolres, rekonstruksi ini digelar oleh tim penyidik dari Detasemen Khusus 88 dibantu oleh polisi setempat. Aksi teror dengan penembakan dan pelemparan granat dilakukan oleh para pelaku pertengahan tahun lalu pada beberapa pos polisi di Solo.
Serangan pertama dilakukan di pos pengamanan lebaran yang berada di daerah Gemblegan. Dua polisi terluka yakni Briptu Kukuh (26) anggota Satlantas Polresta Surakarta dan Bripka Hendro (47) anggota Satuan SPK Polsek Serengan.
Dalam serangan kedua, tersangka Bayu Setiyono bersama Farhan melempar pos polisi Gladak dengan granat saat malam lebaran. Serangan itu tidak menimbulkan korban, hanya menyebabkan sedikit kerusakan. Dalam aksi tersebut Farhan yang diperagakan model berperan sebagai eksekutor yang melemparkan granat.
Tak lama kemudian pelaku kembali menyerang sebuah pos polisi yang berada di Singosaren Plasa. Dalam peristiwa tersebut polisi jaga, Bripka Dwi Data Subekti tewas ditembak.
Selain ditiga tersebut, penyidik juga menggelar rekonstruksi di Gedung Pertemuan Cemani, Grogol, Sukoharjo dan Karanganyar. Lokasi-lokasi tersebut diperkirakan menjadi tempat perencanaan aksi teror seluruh tersangka.
(ysw)