Seorang ibu kepergok setor uang palsu di bank
Selasa, 02 April 2013 - 11:02 WIB
Seorang ibu kepergok setor uang palsu di bank
A
A
A
Sindonews.com - Uang palsu (Upal) pecahan Rp50 ribu ditemukan oleh pihak Teller Bank BRI Unit Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, terhadap nasabahnya.
Nasabah tersebut diketahui bernama Nurbaya (40), warga Lingkungan Kokoe, Kelurahan Lappa, saat melakukan transfer uang, sekira pukul 09.40 Wita, Selasa (2/4/2013).
Pihak teller Bank BRI Unit Lappa, Ani, menemukan beberapa upal dalam lembaran asli saat penyetoran uang bersama dengan pecahan uang Rp50 ribu dan Rp100 ribu milik Nurbaya. Saat ditemukan, pihak Teller menjelaskan ciri-ciri upal tersebut dengan membandingkan uang asli.
"Ketebalan berbeda, hologramnya juga berbeda dan pita birunya uang palsu ini juga kelihatan," kata Ani menjelaskan.
Sementara itu Nurbaya, mengatakan upal yang disetornya itu tidak diketahuinya dan baru tahu saat berada di bank. Meski demikian, Nurbaya berkilah jika uang tersebut diperoleh dari pembelian usaha yang dilakoninya sehari-hari.
"Mungkin anak saya yang menerima uang palsu ini saat melayani pembeli dan tidak tahu mana uang palsu dan asli," kilahnya.
Atas temuan uang palsu tersebut, Ani kemudian di proses secara hukum oleh pihak aparat kemanan untuk memberikan keterangan hukum.
Nasabah tersebut diketahui bernama Nurbaya (40), warga Lingkungan Kokoe, Kelurahan Lappa, saat melakukan transfer uang, sekira pukul 09.40 Wita, Selasa (2/4/2013).
Pihak teller Bank BRI Unit Lappa, Ani, menemukan beberapa upal dalam lembaran asli saat penyetoran uang bersama dengan pecahan uang Rp50 ribu dan Rp100 ribu milik Nurbaya. Saat ditemukan, pihak Teller menjelaskan ciri-ciri upal tersebut dengan membandingkan uang asli.
"Ketebalan berbeda, hologramnya juga berbeda dan pita birunya uang palsu ini juga kelihatan," kata Ani menjelaskan.
Sementara itu Nurbaya, mengatakan upal yang disetornya itu tidak diketahuinya dan baru tahu saat berada di bank. Meski demikian, Nurbaya berkilah jika uang tersebut diperoleh dari pembelian usaha yang dilakoninya sehari-hari.
"Mungkin anak saya yang menerima uang palsu ini saat melayani pembeli dan tidak tahu mana uang palsu dan asli," kilahnya.
Atas temuan uang palsu tersebut, Ani kemudian di proses secara hukum oleh pihak aparat kemanan untuk memberikan keterangan hukum.
(rsa)