Distribusi soal & jawaban UN jangan disentralistrik
Sabtu, 25 Mei 2013 - 02:00 WIB
Distribusi soal & jawaban UN jangan disentralistrik
A
A
A
Sindonews.com - Asisten I Setprov Sulawesi Barat (Sulbar) Jamil Barambangipun menilai, banyak yang perlu dibenahi di institusi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Dalam kasus UN, mestinya distribusi soal dan jawaban tidak bisa sentralistik.
"Percetakan soal UN jangan sentralisasi, mestinya serahkan pada daerah agar bisa dikontrol dengan mudah. Dan kalau ada masalah bisa cepat diselesaikan. Kasihan siswa yang tertunda ujiannya. Karena pasti ada pengaruh secara psikologis. Beruntung hasil di Sulbar cukup baik," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulbar ini di Mamuju, Sulbar, Jumat (24/5/2013).
Jamil juga menyoroti program Kemendiknas tentang rehab sekolah yang kemudian melahirkan istilah rehab nasional. Menurutnya, itu tidak efektif dan tidak ada hasilnya. Bahkan lebih banyak bermasalah.
Sebelumnya, Bupati Mamuju Suhardi Duka meminta, agar formulasi Ujian Nasional (UN) tidak terus dipolemikkan. Meski UN bukan kewenangan daerah, namun dipastikan bahwa ada persoalan mendasar pada pelaksanaan UN tahun ini.
"Tolong jangan terus-terus di pro kontra dan dipolemikkan. Capek kami mendengar itu. Intinya benar, ada masalah di UN. Saya kira formulasinya yang tidak benar. Artinya, semua tersentral. Mestinya ada local wisdom atau kearifan lokal di dalamnya," kata Suhardi di Mamuju, Sulawesi Barat.
"Percetakan soal UN jangan sentralisasi, mestinya serahkan pada daerah agar bisa dikontrol dengan mudah. Dan kalau ada masalah bisa cepat diselesaikan. Kasihan siswa yang tertunda ujiannya. Karena pasti ada pengaruh secara psikologis. Beruntung hasil di Sulbar cukup baik," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulbar ini di Mamuju, Sulbar, Jumat (24/5/2013).
Jamil juga menyoroti program Kemendiknas tentang rehab sekolah yang kemudian melahirkan istilah rehab nasional. Menurutnya, itu tidak efektif dan tidak ada hasilnya. Bahkan lebih banyak bermasalah.
Sebelumnya, Bupati Mamuju Suhardi Duka meminta, agar formulasi Ujian Nasional (UN) tidak terus dipolemikkan. Meski UN bukan kewenangan daerah, namun dipastikan bahwa ada persoalan mendasar pada pelaksanaan UN tahun ini.
"Tolong jangan terus-terus di pro kontra dan dipolemikkan. Capek kami mendengar itu. Intinya benar, ada masalah di UN. Saya kira formulasinya yang tidak benar. Artinya, semua tersentral. Mestinya ada local wisdom atau kearifan lokal di dalamnya," kata Suhardi di Mamuju, Sulawesi Barat.
(mhd)