Pemkab Majalengka surati BNP2TKI & Kemenakertrans

Kamis, 21 Maret 2013 - 16:34 WIB
Pemkab Majalengka surati...
Pemkab Majalengka surati BNP2TKI & Kemenakertrans
A A A
Sindonews.com - Kematian seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Iroh Sairoh (40), warga Blok Senin, RT 02/04, Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Majalengka, Eman Suherman menyatakan, karena ketidakjelasan status kematian Iroh, pihak pemrintah akhirnya mengirimkan mengirimkan surat kepada Badan Nasional dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrnas) terkait hak-hak dari almarhum.

"Kami sudah menyurati pihak terkait, seperti BNP2TKI, dan Kemenakertrans," jelas Eman Suherman, Kamis (21/3/2013).

Eman menyebutkan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, pihaknya juga sudah mendatangi langsung ke rumah duka untuk menyampaikan bela-sungkawa.

“Kita tidak bicara proses pemberangkatannya. Yang pasti, hak-hak almarhum harus dipenuhi,” tegas Eman.

Sebelumnya, kabar duka datang dari Majalengka, setelah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal wilayah tersebut dinyatakan meninggal dengan kondisi yang mengenaskan.

Iroh Sairoh (45), warga Blok Senin, RT 02/04, Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, meninggal di Damaskus Suriah, tempat dirinya bekerja sejak tahun 2007.

Menurut adik almarhumah Iroh, Eno, keluarga mendapatkan berita kematian Iroh pada tanggal 2 Maret lalu dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Berdasarkan keterangan dari petugas Kemenlu tersebut, jelas dia, Iroh meninggal pada tanggal 23 Februari lalu di salah satu RS di Damaskus.

Dari hasil autopsi tersebut, korban diketahui meninggal disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya insufisiensi akut pada ginjal dan bakteremia. Dari autopsi itu disebutkan, penyebebab kematian Iroh lantaran berhentinya fungsi jantung dan pernafasan. Adapun penyebab tidak langsung adalah insufisiensi akut pada ginjal dan bakteremia akibat banyaknya luka bakar.
(rsa)
Berita Terkait
Anak TKI Dinilai Rentan...
Anak TKI Dinilai Rentan Jadi Korban Kekerasan, Mengapa?
Dituduh Punya Ilmu Sihir,...
Dituduh Punya Ilmu Sihir, TKW Situbondo Lolos Hukuman Mati Di Arab Saudi
Moratorium Pengiriman...
Moratorium Pengiriman TKI ke Malaysia, BP2MI Beberkan Kekerasan Dialami Pekerja
Video Ibu Aniaya Anak...
Video Ibu Aniaya Anak Viral di Medsos, Polresta Cirebon Lakukan Penyelidikan
Tergiur Gaji Besar,...
Tergiur Gaji Besar, TKW Asal Grobogan Jadi Korban Perdagangan Manusia di Arab Saudi
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
Berita Terkini
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
54 menit yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
1 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
2 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
2 jam yang lalu
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
3 jam yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved