Potensi pertanian di Maros terancam hilang

Rabu, 20 Maret 2013 - 16:23 WIB
Potensi pertanian di...
Potensi pertanian di Maros terancam hilang
A A A
Sindonews.com - Menurunnya produksi padi setiap tahunnya di Kabupaten Maros dinilai dewan harus segera diatasi. Hal itu bisa mengakibatkan Maros sebagai salah satu lumbung padi di Sulsel akan hilang.

Bahkan dewan menganggap lima tahun kedepan bila tidak ada solusi, kabupaten Maros akan kekurangan pangan.

Anggota komisi III DPRD Maros, Asmar mengatakan, dari laporan LPKP Bupati tahun 2012, selama lima tahun belakangan ini setiap tahun perkembangan pertanian di Maros selalu mengalami penurunan.

Tahun 2007 perkembangan bidang pertanian hanya 39 persen, itu terus menurun tahun 2008 yang hanya 37 persen, 2009 turun 35 persen, 2010 turun lagi 34 persen dan tahun 2011 meningkat 35 persen.

Legislator partai Hanura ini menjelaskan, dari laporan PDRB Kabupaten Maros, menurunnya perkembangan pertanian di Kabupaten Maros, akibat banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi. Banyak sawah yang tergerus akibat pembangunan perumahan, industri dan perkantoran.

"Kami ingin pemerintah memikirkan solusi masalah perkembangan pertanian ini, karena tidak menutup kemungkinan lima tahun kedepan Maros akan kekurangan pangan. Saya berharap pemerintah segera membuat lahan sawah baru untuk mengkafer lahan-lahan sawah yang telah beralih fungsi," ujarnya di gedung DPRD Maros, Rabu (20/3/2013).

Asmar menambahkan, sebagai salah daerah penopang kota Makassar, perkembangan pasti bakal sampai ke Maros. Makanya Pemda Maros harus memikirkan itu sebelum kondisinya sama seperti Makassar yang mulai kesulitan lahan persawahan.

"Pemda bisa membuka lahan sawah baru di beberapa daerah seperti Simbang, Mallawa, Camba, Tanralili, Bantimurung, dan Tompo Bulu,"saran Asmar.

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Maros, Burhanuddin mengatakan, masalah banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi tidak berpengaruh besar karena lahan yang beralih fungsi lahan yang tidak produktif.

"Memang saat ini kami memperketat perizinan sawah yang akan dialih fungsikan," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
1 jam yang lalu
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
3 jam yang lalu
Awan Panas Guguran Meluncur...
Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer dari Puncak Merapi Pagi Ini
3 jam yang lalu
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
3 jam yang lalu
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
6 jam yang lalu
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved