Istri & anak disekap, rumah juragan padi dikuras
Rabu, 20 Maret 2013 - 01:22 WIB
Istri & anak disekap, rumah juragan padi dikuras
A
A
A
Sindonews.com - Perampokan dengan kekerasan terjadi di wilayah Kepolisian Resor (Polres) Gresik. Selain menguras isi rumah juragan penggilingan padi, pemilik dan keluaga dari warga Dusun Tlogogede, Desa Ngasin, Kecamatan Balonpanggang disekap dan dilukai.
Korban bernama Muhaimin (50). Adapun pelakunya diduga komplotan yang kerap beraksi di Gresik Selatan yang membidik juragan penggilingan padi. Jumlahnya diperkirakan tujuh orang.
Dari rumah korban, komplotan perampok bersenjata tajam itu menggondol dus motor milik pelaku peserta STNK-nya. Yaitu Honda Vario dan Yamaha Mio serta uang tunai mencapai Rp30 juta.
Informasi yang dihimpun, pelaku mendatangi rumah korban dengan mobil. Setelah melihat kondisi sekitar sepi, para pelaku masuk rumah dengan cara mendongkel jendela. Satu persatu pelaku kawanan pelaku masuk ke rumah.
Mengetahui ada kegaduhan di depan ruang tamu, Muhaimin mendekatinya. Namun, pihaknya kaget tiba-tiba dikalungi celurit salah satu pelaku. Korban berusaha berontak, tetapi hal itu membuat pelaku kian bringas. Tangan kanan, kiri dan wajah tersabet celurit, hingga korban mengalami.
Tidak cukup di situ, para pelaku melakban mulut Muhaimin. Istri korban bernama Rukiyati (40), dan dua anaknya Ikwanto (31), serta M Rian (15), juga mendapat perlakukan yang sama. Ketiganya diikat tangan dan kaki serta mulutnya dilakban.
"Kami hanya bisa melihat para pelaku mengobrak-abrik rumah kami. Bahkan, istri saya diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang," aku Muhaimin seperti ditirukan petugas polisi.
Berhasil melumpuhkan keluarga korban, kawanan perampok mengobrak-abrik rumah. Namun, karena tidak juga menemukan barang yang berharga, akhirnya istri korban diminta menunjukkan tempat menyimpan uang dan perhiasan. Tetapi, istri korban hanya menunjukkan tempat menyimpanan uang.
"Kalau kurang, itu ada motor dus. Silahkan dibawa, asal kami jangan diapa-apakan," pinta Muhaimin lagi seperti ditirukan petugas polisi.
Akhirnya dua motor yaitu Honda Vario dan Yamaha Mio digondol kawanan. Bahkan, mereka juga menggondol uang simpanan korban berjumlah Rp30 juta. Mendapati para pelaku sudah kabur, korban melaporkan ke Mapolsek Balonghpanggang. Tak lama kemudian dilakukan olah TKP.
Lagi-lagi polisi kesulitan melakkan pengungkapan perampokan di rumah Muhaimin. Sampai berita ini ditulis polisi belum berhasil menangkap para pelaku. Padahal, aksi yang terjadi di rumah Muhaimin diperkiakan ada kemiripan perampokan di rumah Sahrun, juragan penggilingan padi dari Desa Delik Sumber Kecamatan Benjeng.
Kapolsek Balongpanggan AKP Budi Wiranto tidak mengelak dengan dugaan modus pelaku ada kesamaan dengan perampokan di Delik Sumber. Hanya pihaknya enggan berkomentar banyak, karena masih melakukan penyelidikan.
"Masih penyelidikan untuk mengungkap para pelaku. Kami minta untuk tidak berspekulasi," tukasnya.
Korban bernama Muhaimin (50). Adapun pelakunya diduga komplotan yang kerap beraksi di Gresik Selatan yang membidik juragan penggilingan padi. Jumlahnya diperkirakan tujuh orang.
Dari rumah korban, komplotan perampok bersenjata tajam itu menggondol dus motor milik pelaku peserta STNK-nya. Yaitu Honda Vario dan Yamaha Mio serta uang tunai mencapai Rp30 juta.
Informasi yang dihimpun, pelaku mendatangi rumah korban dengan mobil. Setelah melihat kondisi sekitar sepi, para pelaku masuk rumah dengan cara mendongkel jendela. Satu persatu pelaku kawanan pelaku masuk ke rumah.
Mengetahui ada kegaduhan di depan ruang tamu, Muhaimin mendekatinya. Namun, pihaknya kaget tiba-tiba dikalungi celurit salah satu pelaku. Korban berusaha berontak, tetapi hal itu membuat pelaku kian bringas. Tangan kanan, kiri dan wajah tersabet celurit, hingga korban mengalami.
Tidak cukup di situ, para pelaku melakban mulut Muhaimin. Istri korban bernama Rukiyati (40), dan dua anaknya Ikwanto (31), serta M Rian (15), juga mendapat perlakukan yang sama. Ketiganya diikat tangan dan kaki serta mulutnya dilakban.
"Kami hanya bisa melihat para pelaku mengobrak-abrik rumah kami. Bahkan, istri saya diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang," aku Muhaimin seperti ditirukan petugas polisi.
Berhasil melumpuhkan keluarga korban, kawanan perampok mengobrak-abrik rumah. Namun, karena tidak juga menemukan barang yang berharga, akhirnya istri korban diminta menunjukkan tempat menyimpan uang dan perhiasan. Tetapi, istri korban hanya menunjukkan tempat menyimpanan uang.
"Kalau kurang, itu ada motor dus. Silahkan dibawa, asal kami jangan diapa-apakan," pinta Muhaimin lagi seperti ditirukan petugas polisi.
Akhirnya dua motor yaitu Honda Vario dan Yamaha Mio digondol kawanan. Bahkan, mereka juga menggondol uang simpanan korban berjumlah Rp30 juta. Mendapati para pelaku sudah kabur, korban melaporkan ke Mapolsek Balonghpanggang. Tak lama kemudian dilakukan olah TKP.
Lagi-lagi polisi kesulitan melakkan pengungkapan perampokan di rumah Muhaimin. Sampai berita ini ditulis polisi belum berhasil menangkap para pelaku. Padahal, aksi yang terjadi di rumah Muhaimin diperkiakan ada kemiripan perampokan di rumah Sahrun, juragan penggilingan padi dari Desa Delik Sumber Kecamatan Benjeng.
Kapolsek Balongpanggan AKP Budi Wiranto tidak mengelak dengan dugaan modus pelaku ada kesamaan dengan perampokan di Delik Sumber. Hanya pihaknya enggan berkomentar banyak, karena masih melakukan penyelidikan.
"Masih penyelidikan untuk mengungkap para pelaku. Kami minta untuk tidak berspekulasi," tukasnya.
(rsa)