10 tahun lagi, Yogya akan macet total

Sabtu, 09 Maret 2013 - 00:43 WIB
10 tahun lagi, Yogya...
10 tahun lagi, Yogya akan macet total
A A A
Sindonews.com - Laju kemacetan di ruas jalan perkotaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lambat laun kian terasa. Tidak hanya saat menjelang liburan panjang, pada jam sibuk pun sudah ada ruas jalan yang mengalami kemacetan.

Pengamat transportasi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Ahmad Munawar mengatakan, diperkirakan tingkat kemacetan ruas jalan akan meningkat 45 persen pada 2023 mendatang.

“Karena itu perlu diambil langkah serius, 10 tahun lagi kemacetan hampir terjadi di setengah ruas jalan utama Yogyakarta,” kata Ahmad Munawar, di Yogyakarta, Jumat (8/3/2013).

Guru Besar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM ini menerangkan, pembangunan jalan baru di DIY sulit dilakukan, kendati sudah ada pembangunan jalan baru, jembatan layang maupun fasilitas lain, akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi yang justru makin meningkatkan kemacetan.

”Penambahan panjang jalan dan flyover di daerah perkotaan akan memacu pertumbuhan kendaraan pribadi, kemacetan lalu lintas akan bertambah,” tuturnya.

Solusi utama untuk mengatasi kemacetan di DIY menurutnya adalah perbaikan angkutan umum. Namun demikian, kondisi rata-rata angkutan umum di DIY menurut pengamatannya sangat memprihatinkan.

"Transportasi massal Trans Jogja yang menjadi tumpuan perbaikan angkutan umum diakuinya tidak berkembang seperti direncanakan sebelumnya. Sampai sekarang jumlahnya tidak bertambah,” ucapnya.

Disamping itu, kondisi angkutan umum yang ada saat ini semakin lama makin tidak terawat dan banyak yang sudah tidak laik jalan. Ditambah jumlah penumpang yang semakin sedikit dan seringnya angkutan melakukan ngetem, dan sering terjadinya kecelakaan.

Untuk mengatasi kemacetan, kata Munawar, usaha penyelamatan angkutan umum harus segera dilaksanakan sehingga perlu ada dukungan regulasi dan finansial dari Pemprov DIY.

Dia juga mengusulkan perlu dikembangkan segera angkutan umum yang terintegrasi dan memenuhi standar pelayanan minimal di seluruh wilayah DIY.

Dia menyebutkan dari hasil survei kondisi transportasi perkotaan, sekitar 81 persen kendaraan lebih banyak diisi oleh kendaraan pribadi dimana sepeda motor menempati porsi paling banyak yakni 74 persen. “Kendaraan kendaraan berupa bus hanya 10 persen,” pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Tes Masif Terus Intensifikasi,...
Tes Masif Terus Intensifikasi, Masyarakat Diminta Menerapkan Protokol Kesehatan
Kapolres Lahat Panen...
Kapolres Lahat Panen Raya di Desa Pagar Ruyung
Peduli Lansia, Ketua...
Peduli Lansia, Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan Kursi Roda.
KPU Kota Denpasar Bersinergi...
KPU Kota Denpasar Bersinergi dengan Kominfos dan Humas Pemkot Denpasar
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
Berita Terkini
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
19 menit yang lalu
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
1 jam yang lalu
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
2 jam yang lalu
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
3 jam yang lalu
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved