DBD mengganas, Jepara tetapkan KLB

Jum'at, 08 Maret 2013 - 16:59 WIB
DBD mengganas, Jepara...
DBD mengganas, Jepara tetapkan KLB
A A A
Sindonews.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jepara kian mengganas, hingga Jumat (8/3/2013), tercatat sudah ada 1.122 kasus. Pemerintah Kabupaten Jepara sudah menetapkan DBD dalam status Kejadian Luarbiasa (KLB).

Berdasar data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, DBD ini sudah mulai terjadi pada awal tahun 2013 ini. Pada bulan Januari tercatat sebanyak 554 penderita. Lalu pada Februari sebanyak 447 penderita. Dan pada awal Maret ini tercatat sudah ada 121 penderita DBD. Dari jumlah itu, enam penderita diantaranya meninggal dunia.

Masing-masing dari Kecamatan Bangsri yaitu Desa Banjaran (satu penderita) dan Desa Kepuk (satu penderita), Kecamatan Pakis Aji di Desa Mambak (satu penderita) dan Desa Plajan (satu penderita), Desa/Kecamatan Tahunan (satu penderita) dan terakhir salah seorang warga Kelurahan Krapyak, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Tahun 2012 tercatat hanya 690 penderita DBD, sedang tahun 2011, jumlahnya malah lebih kecil lagi hanya 301 penderita.

Kasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) pada DKK Jepara, Achiruddin, mengatakan tingginya kasus DBD tahun ini, berimbas pada posisi Jepara sebagai daerah dengan penderita DBD terbesar kedua di Jawa Tengah. Posisi pertama kasus DBD terbanyak diisi oleh Semarang.

Dari 16 kecamatan yang ada di Jepara, kata Achiruddin, hanya Kecamatan Karimunjawa yang sama sekali belum ditemukan kasus DBD. Sedang 15 kecamatan lainnya, sudah terjangkit nyamuk mematikan tersebut.

“Untuk kecamatan yang paling banyak penderita DBD, adalah Kecamatan Jepara. Lalu setelah itu, Kecamatan Tahunan, Pecangaan, dan Bangsri,” kata Achiruddin, di Jepara, Jumat (8/3/2013).

Achiruddin memperkirakan, ancaman serangan DBD masih akan terjadi hingga April mendatang. Kondisi tersebut disebabkan kondisi cuaca saat ini yang memang mendukung untuk perkembangbiakan nyamuk Aides Aegypti ini.

“Kondisi cuaca yang berubah-ubah, semisal hujan, lalu panas, hujan, dan setelah itu panas lagi memang sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk,” paparnya.
(ysw)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Tetapkan Cuti Bersama ASN 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved