Dua bulan, 5 pelajar jadi korban kekerasan Seksual

Rabu, 06 Maret 2013 - 19:29 WIB
Dua bulan, 5 pelajar...
Dua bulan, 5 pelajar jadi korban kekerasan Seksual
A A A
Sindonews.com - Terhitung bulan Januari hinggga awal Maret 2013, setidaknya ada lima orang pelajar mulai SD-SMA menjadi korban kekerasan Seksual di Kabupaten Ogan Komeringa ilir (OKI).

Data tersebut sesuai dengan kasus yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reskrim, Polres OKI. Dari lima perkara yang masuk pada tahun 2013 ini, sudah dua tersangka yang di amankan.

Kapolres OKI AKBP Agus Factulloh melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus kekerasan perempuan di bawah umur tersebut dan saat ini sudah mengamankan dua pelaku.

”Beradasarkan data yang ada sejak januari 2013 sampai sekarang ada 5 kasus kekerasan seksesual perempuan di bawah umur,” ungapnya di Mapolres OKI, Rabu (6/3/2013).

Di rincikan oleh kasat Reskrim, beberapa kasus kerasan seksual terhadap anak dibawah umur itu diantaranta kasus pelecehan seksual yang dialami seorang pelajar SD warga desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji. Pelaku tercatat sebagai tetangganya sendiri bernama Ahmad Syarifudin (14).

Kasus serupa juga menimpa pelajar kelas III SMP, warga desa Sido Mulyo, Kecamatan Sungai Menang. Pelakunya ternyata paman korban sendiri bernama M Amin.

Selanjutnya kasus serupa juga dialami pelajar SMA kelas 10 warga Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk. Pelakunya masih kakak kelas korban bernama JD (16) warga perumnas Tanjung Rancing Kayuagung.

Selanjutnya kata Surachman, kasus serupa baru-baru ini kembali menimpa pelajar SMP di Kecamatan Pedamaran Timur, korbannya berinisial SCW (15). Pelaku bernama Ropiandi Heri Syafutra (19) yang bekerja di PT Telaga Hikmah di Pedamaran Timur.

Selain menangani 5 kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, menurut Surachman pihaknya juga menerima Sembilan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tiga buah kasus penganiayaan perempuan terhadap perempuan.

Ditambahkan oleh Kanit PPA Sat Reskrim Polres OKI Ipda Rohima, untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, pihaknya telah melakukan soasialisasi ke sekolah.

”Dalam soasialisasi itu kita sampaikan bahwa menyetubuhi anak perempuan di bawah umur dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancamn pidana penjara maksimal 15 tahun penajara,” pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Gus Sofwan Kecam Maraknya...
Gus Sofwan Kecam Maraknya Kasus Guru Lakukan Perbuatan Asusila dan Amoral
Ketua KPU Hasyim Asyari...
Ketua KPU Hasyim Asy'ari Dilaporkan ke DKPP Atas Dugaan Perbuatan Asusila
Polri Periksa 3 HP Milik...
Polri Periksa 3 HP Milik Eks Kapolres Ngada yang Rekam Perbuatan Asusila
Jurus Ampuh Dukun Cabul...
Jurus Ampuh Dukun Cabul di Lampung hingga Leluasa Cabuli 3 Tetangganya
Bareskrim Tangkap 3...
Bareskrim Tangkap 3 Predator Asusila Anak, Perbuatan Direkam Lalu Diperjualbelikan
Bejat! Pria Ini Seret...
Bejat! Pria Ini Seret dan Cabuli Anak di Bawah Umur saat Sholat di Masjid
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved