Mesin sedot air rumah pompa Sunter rusak sejak 2012

Selasa, 05 Maret 2013 - 13:44 WIB
Mesin sedot air rumah...
Mesin sedot air rumah pompa Sunter rusak sejak 2012
A A A
Sindonews.com -Warga di enam kelurahan di Kecamatan Tanjung Priok selalu dilanda ketakutan setiap kali hujan datang. Pasalnya, satu dari lima mesin pompa exial di rumah pompa Sunter Utara, Muara Bahari, Tanjung Priok, rusak dan belum diperbaiki sejak 2012.

Akibatnya, kerja mesin pompa yang menyedot air di Kelurahan Papango, Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Sunter Agung dan Warakas itu tidak beroperasi maksimal.

"Kerusakan mesin pompa itu, membuat daerah di wilayah ini mudah tergenang air walaupun hujan hanya turun dengan intensitas rendah," kata Dedi Rosidi (46), operator dan penanggung jawab rumah pompa. Sunter Utara saat ditemui Sindonews, Selasa (05/03/2013).

Dedi menjelaskan, satu dari lima mesin pompa penyedot air itu sudah mati sejak tahun lalu, dan sampai detik ini tak kunjung juga diperbaiki. Kerusakan tersebut mengakibatkan, pembuangan air dari pemukiman warga menuju laut menjadi kurang maksimal.

"Jadi nggak banyak sedot airnya, soalnya rumah pompa Sunter Utara sedot enam kelurahan yakni Papango, Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Sunter Agung, Warakas," terangnya.

Ia membeberkan, kerusakan mesin pompa air ini terdapat pada bagian in veller. Penyebabnya, karena adanya sumbatan sampah, sehingga membuat mesin pompa macet kemudian rusak.

"Sampah seperti ban karet, kardus dan balok kayu membuat baling-baling atau in veller jadi rusak," paparnya.

Menurutnya, curah hujan di Jakarta saat ini masih cukup tinggi dan membuat petugas kewalahan mencari penampungan air.

Kerusakan mesin pompa air ini, diharapkan bisa mendapat perhatian dari dinas terkiat dan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi agar dapat segera diperbaiki.

"Jadi kalau hujan, kita paling mainin pintu air aja. Kalau air laut pasang kita tutup dan kalau lagi hujan atau banjir kiriman baru kita buka. Kami sangat bergantung pada mesin pompa ini, karena bisa menydot air 3.3 kubik per detik. Jadi saya harap pemerintah bisa turun memperbaiki mesin air ini," tukasnya.
(stb)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved