Kecelakaan darat, KNKT diminta bertindak tegas

Minggu, 03 Maret 2013 - 21:57 WIB
Kecelakaan darat, KNKT...
Kecelakaan darat, KNKT diminta bertindak tegas
A A A
Sindonews.com - Maraknya kecelakaan yang terjadi di darat tidak luput dari faktor sarana, prasarana, human error, dan faktor alam. Maka itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta segera bertindak cepat untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan itu.

"Maka itu, pihak terkait harus bertindak cepat. Sehingga tidak hanya satu pihak yang disalahkan," kata anggota Komisi V DPR Marwan Ja'far kepada Sindonews, Minggu (3/3/2013).

Pada kesempatan itu, dia juga mendesak, agar pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan dan memberantas segala bentuk pungutan liar (pungli) di jalan raya yang sudah sangat kronis.

"Pungli membuat para pengusaha transportasi darat rugi besar secara bisnis, sehingga perawatan dan pemeliharaan kendaraan seta kesejahteraan awaknya cenderung terabaikan. Hasil satu penelitian menyebutkan, maraknya pungli turut memicu kecelakaan darat, karena pungli oleh petugas lapangan nilainya mencapai sekitar Rp25 triliun per tahun," terangnya.

Maka itu, dia mengatakan, peraturan perundang-undangan tentang transportasi darat sudah cukup baik untuk menjamin terciptanya zero accident. Hanya saja dalam pelaksanaannya masih kurang optimal.

"Untuk itu, saya mendesak penegakan hukum yang tegas di jalan raya, termasuk menindak pengusaha transportasi darat yang lalai menjalankan kewajibannya," tandasnya.

Dia meminta, agar instansi pemerintah meningkatkan kerjasamanya demi terwujudnya transportasi publik yang aman dan nyaman dengan harga terjangkau.

"Sebab penyelenggara, penanggung jawab dan pengawas transportasi darat tidak semata berada dipundak Kementerian Perhubungan (Kemenhub)," ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam sepekan saja lebih dari 20 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka serius maupun luka ringan akibat kecelakaan transportasi di jalan raya.

Di Simalungun Sumatera Utara, bus yang membawa para pelajar SMA masuk ke sungai Kamis 28 Februari 2013. Di Tanjung Pinang Kepri, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan enam mobil dan satu sepeda motor kamis 28 Februari 2013 dan kecelakaan maut juga terjadi di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu 27 Februari 2013.
(mhd)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
5 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
6 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
6 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
12 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
13 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
15 jam yang lalu
Infografis
Saat Kecelakaan Maut...
Saat Kecelakaan Maut di Paris, Putri Diana Hamil 10 Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved