2 tabrakan mematikan di Puncak, sepekan 33 orang tewas
Kamis, 28 Februari 2013 - 20:47 WIB
2 tabrakan mematikan di Puncak, sepekan 33 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Dalam sepekan, kecelakaan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, menelan 33 korban jiwa. Kecelakaan mau pertama terjadi di Jalan Gekbrong, selanjutnya di Jalan Ciloto. Peristiwa ini kontan menimbulkan keprihatinan banyak pihak.
Diantaranya datang dari anggota Komisi V DPR. Hari ini, rombongan politikus Senayan itu, mendatang dua lokasi tabrakan maut. Rombongan didampingi jajaran Polres Cianjur.
Ketua Komisi V DPR Laurent Bahang Dama mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap tragedi dua kecelakaan maut yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur itu. Namun begitu, pihaknya meminta semua pihak untuk bijak dalam mensikapi penyebab kecelakaan tersebut, tanpa harus menyalahkan pihak tertentu atau salah satu pihak.
“Kalau ditanya siapa yang harus bertanggungjawab atas tragedi ini, tentu harus disikapi secara utuh. Karena penyebabnya berbagai faktor, bisa karena alat, kondisi jalan, faktor manusia atau kelayakan kendaraan,” ujar Bahang di lokasi kecelakaan Bangbayang, Gekbrong, Cianjur, Kamis (28/2/2013).
Ditambahkan dia, pihaknya akan memanggil Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Bina Marga untuk dimintai klarifikasinya atas kasus kecelakaan yang mengakibatkan banyak korban jiwa itu.
“Kita akan tanya menyangkut kondisi jalan, termasuk rambu-rambu lalu lintas yang dinilai sangat minim di dua lokasi kecelakaan maut di Kabupaten Cianjur ini. Termasuk minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), baik di Ciloto, maupun Gekbrong,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus pariwisata menabrak tebing di Puncak. Dalam tabrakan maut itu, 17 orang dinyatakan tewas, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Diantaranya datang dari anggota Komisi V DPR. Hari ini, rombongan politikus Senayan itu, mendatang dua lokasi tabrakan maut. Rombongan didampingi jajaran Polres Cianjur.
Ketua Komisi V DPR Laurent Bahang Dama mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap tragedi dua kecelakaan maut yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur itu. Namun begitu, pihaknya meminta semua pihak untuk bijak dalam mensikapi penyebab kecelakaan tersebut, tanpa harus menyalahkan pihak tertentu atau salah satu pihak.
“Kalau ditanya siapa yang harus bertanggungjawab atas tragedi ini, tentu harus disikapi secara utuh. Karena penyebabnya berbagai faktor, bisa karena alat, kondisi jalan, faktor manusia atau kelayakan kendaraan,” ujar Bahang di lokasi kecelakaan Bangbayang, Gekbrong, Cianjur, Kamis (28/2/2013).
Ditambahkan dia, pihaknya akan memanggil Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Bina Marga untuk dimintai klarifikasinya atas kasus kecelakaan yang mengakibatkan banyak korban jiwa itu.
“Kita akan tanya menyangkut kondisi jalan, termasuk rambu-rambu lalu lintas yang dinilai sangat minim di dua lokasi kecelakaan maut di Kabupaten Cianjur ini. Termasuk minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), baik di Ciloto, maupun Gekbrong,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus pariwisata menabrak tebing di Puncak. Dalam tabrakan maut itu, 17 orang dinyatakan tewas, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
(san)