Tunda kenaikan UMK, buruh ancam mogok nasional jilid II

Senin, 25 Februari 2013 - 22:07 WIB
Tunda kenaikan UMK,...
Tunda kenaikan UMK, buruh ancam mogok nasional jilid II
A A A
Sindonews.com - Presiden Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Andi Gani mengatakan, jika masih banyak perusahaan yang menunda melakukan pembayaran upah minimum kota (UMK) hingga Maret nanti, maka akan dilakukan aksi mogok nasional jilid dua.

Buruh yang ikut serta mencapai 10 juta orang, dan dilakukan selama tiga hari. Satu hari tak berproduksi saja, satu perusahaan mengalami kerugian Rp5 miliar.

"Bisa dibayangkan kerugian yang lebih besar. Kalau eskalasinya masih seperti ini, akan ada mogok nasional yang lebih besar dari buruh," kata Andi di Depok, Senin (25/02/2013).

Untuk Jawa Barat saja, terdapat 400 perusahaan yang beroperasi. Dan separuhnya melayangkan permohonan penundaan.

"Perusahaan di Bekasi yang paling banyak mengajukan," ujarnya.

Pengusaha beralibi tingginya kenaikan UMK, akan membuat perusahaan rugi. Tapi mereka tidak dapat membuktikan secara fakta.

"Hanya omongan saja. Padahal, untuk mengajukan permohohan itu perlu dibuktikan, dengan pemubukuan oleh auditor independen. Kalau dalam waktu dua tahun perusahaan itu merugi, barulah boleh mengajukan," ungkapnya.

Pihaknya yakin, tidak ada investor yang lari dari Indonesia. Mengingat, Indonesia adalah negara konsumsi terbesar kedua setelah India.

"Saya belum dengar kabar ada perusahaan yang lari dari Indonesia sampai saat ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok Abdul Haris mengatakan, ada lima perusahaan di Depok yang mengajukan penundaan pembayaran kenaikan UMK.

Diantaranya, KL Mas, Lucky Abadi Jaya, Tranka Kabel. Namun satu perusahaan ditolak oleh gubernur.

"PT Tranka Kabel ditolak oleh gubernur pengajuannya. Iklim usaha di Depok terhitung kondusif jadi hanya sedikit perusahaan yang mengajukan," katanya.
(stb)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
3 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
8 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
8 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
9 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
9 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
9 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved