Pembunuh & penyemen balita kembali jalani pemeriksaan jiwa

Senin, 25 Februari 2013 - 15:17 WIB
Pembunuh & penyemen...
Pembunuh & penyemen balita kembali jalani pemeriksaan jiwa
A A A
Sindonews.com - Pelaku pembunuhan balita FH yang disemen, Solikin, kembali menjalani pemeriksaan psikologi di RS Bhayangkara. Bedanya, kali ini Solikin tampak didampingi oleh saudara kandungnya. Sebab, tim pemeriksa juga hendak mengetahui keseharian Solikin dari keluarga terdekat.

"Pemeriksaan ini merupakan yang kedua kalinya. Solikin diperiksa oleh Tim dokter jiwa di RS Bhayangkara," ujar Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar, Senin (25/2/2013).

Dia mengatakan, pemeriksaan kali ini memang diperlukan. Hal itu untuk keyakinan terhadap kondisi kejiwaan Solikin. Apakah Solikin benar-benar sakit jiwa atau normal.

Bedanya dengan pemeriksaan sebelumnya, Solikin didampingi kakak kandungnya. Kakak kandungnya ini memang dibutuhkan untuk mengetahui kondisi Solikin sehari-hari, karena yang bersangkutan memang tinggal serumah dengan pelaku.

"Dokter membutuhkan keterangan dari keluarga dekat Solikin. Mulai dari prilaku hingga kesehariannya," terang Lily.

Seperti diberitakan, dalam pemeriksaan kejiawaan sebelumnya, Solikin dinyatakan tidak mengalami ganguan jiwa alias normal. Bahkan, saat melakukan pembunuhan terhadap bocah berusia empat tahun itu juga dalam keadaan sadar. Namun, tim dokter menemukan, emosi Solikin yang meledak-ledak sehingga sulit dikendalikan.

Bahkan, pelaku cenderung melampiaskan kemarahan itu kepada orang terdekat yang mengolok-olok Solikin. Seperti kasus FH ini, Solikin menaruh dendam kepada Misnawi, orang tua korban karena pernah berselisih paham.

Solikin juga pernah melukai seorang perempuan yang tak lain adalah tetangganya. Perempuan itu, mirip dengan istrinya yang telah menceraikannya hingga akhirnya, Solikin kecewa.
(rsa)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
24 menit yang lalu
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
1 jam yang lalu
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
2 jam yang lalu
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
2 jam yang lalu
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
3 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved