Proyek stiker genap ganjil telan anggaran Rp12,5 miliar
Minggu, 24 Februari 2013 - 15:23 WIB
Proyek stiker genap ganjil telan anggaran Rp12,5 miliar
A
A
A
Sindonews.com – Untuk melancarkan sistem genap ganjil, yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengalokasikan anggaran Rp12,5 miliar. Anggaran sebesar itu, untuk pengadaab 3,5 juta striker, yang rencananya akan dipasang di sejumlah kendaraan yang berada di wilayah DKI Jakarta.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono, dana yang dianggarkan untuk pembuatan stiker mencapai Rp12,5 miliar, untuk 3,5 juta kendaraan. Kendaraan dengan nomor akhir ganjil, akan ditempel stiker berwarna hijau, sedangkan untuk genap dengan stiker merah.
“Dengan pemasangan stiker ini, maka petugas akan lebih mudah melakukan pemantauan di lokasi pemberlakuan sistem genap ganjil,” katanya, Minggu (24/2/2013).
Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya bulan Maret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, akan menerapkan sistem genap ganjil.
Sistem ini, diharapkan bisa mengurangi jumlah kendaraan tiap harinya di jalan yang berada di wilayah DKI Jakarta. Sehingga, sistem ini mampu mengurai kemacetan.
Untuk mendukung terlaksananya program tersebut, Direktorat Polda Metro Jaya, sedang mempersiapkan perangkat pendukung penerapan sistem tersebut.
Diantaranya adalah, dengan membuat sistem yang disebut Electronic Registration and Identification (ERI) yang saat ini baru berjalan 50-60%.
Dishub sendiri, sudah melakukan pemasangan rambu genap ganjil di sejumlah titik yang diberlakukannya sistem tersebut.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono, dana yang dianggarkan untuk pembuatan stiker mencapai Rp12,5 miliar, untuk 3,5 juta kendaraan. Kendaraan dengan nomor akhir ganjil, akan ditempel stiker berwarna hijau, sedangkan untuk genap dengan stiker merah.
“Dengan pemasangan stiker ini, maka petugas akan lebih mudah melakukan pemantauan di lokasi pemberlakuan sistem genap ganjil,” katanya, Minggu (24/2/2013).
Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya bulan Maret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, akan menerapkan sistem genap ganjil.
Sistem ini, diharapkan bisa mengurangi jumlah kendaraan tiap harinya di jalan yang berada di wilayah DKI Jakarta. Sehingga, sistem ini mampu mengurai kemacetan.
Untuk mendukung terlaksananya program tersebut, Direktorat Polda Metro Jaya, sedang mempersiapkan perangkat pendukung penerapan sistem tersebut.
Diantaranya adalah, dengan membuat sistem yang disebut Electronic Registration and Identification (ERI) yang saat ini baru berjalan 50-60%.
Dishub sendiri, sudah melakukan pemasangan rambu genap ganjil di sejumlah titik yang diberlakukannya sistem tersebut.
(stb)