PKS laporkan kadernya dikeroyok kelompok tak dikenal
Sabtu, 23 Februari 2013 - 20:47 WIB
PKS laporkan kadernya dikeroyok kelompok tak dikenal
A
A
A
Sindonews.com - Seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial AG dikeroyok sekelompok orang. Hal itu lantaran AG memergoki sekira enam orang melakukan penyebaran selebaran hitam yang menyudutkan calon gubernur inkumben Ahmad Heryawan (Aher).
Hal itu dituturkan Tim Sukses Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Muttaqien. Dirinya mengatakan selebaran tersebut berisi tentang tudingan Aher beristri lebih dari satu bernama Andini. Selain itu ada pula tuduhan bahwa Aher melakukan korupsi.
"Ada enam orang sedang sebarkan brosur ini, dipergoki oleh kader kami di Cimanggis, satu orang dipukul jatuh lalu kabur, kader kami hanya memar, mereka kabur kejadiannya kemarin pagi. Kami belum laporkan, belum ketahuan siapa pelakunya," tegasnya, Sabtu (23/2/2013).
Menurut Muttaqien selebaran tersebut tersebar di rumah-rumah warga, bahkan salah satunya dititipkan di tukang sayur. Muttaqien menyebutkan selebaran tersebut ditemukan di Jakarta, Bekasi, Sawangan.
"Isi selebaran itu fitnah, itu tidak benar, Kang Aher tidak melakukan poligami. Kami menduga itu sengaja disebarkan oleh orang yang dibayar," tegasnya.
Atas kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Panwaslu Kota Depok. Sementara itu, Ketua Panwaslu Depok Sutarno berjanji akan mengkaji laporan tersebut.
Hal itu dituturkan Tim Sukses Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Muttaqien. Dirinya mengatakan selebaran tersebut berisi tentang tudingan Aher beristri lebih dari satu bernama Andini. Selain itu ada pula tuduhan bahwa Aher melakukan korupsi.
"Ada enam orang sedang sebarkan brosur ini, dipergoki oleh kader kami di Cimanggis, satu orang dipukul jatuh lalu kabur, kader kami hanya memar, mereka kabur kejadiannya kemarin pagi. Kami belum laporkan, belum ketahuan siapa pelakunya," tegasnya, Sabtu (23/2/2013).
Menurut Muttaqien selebaran tersebut tersebar di rumah-rumah warga, bahkan salah satunya dititipkan di tukang sayur. Muttaqien menyebutkan selebaran tersebut ditemukan di Jakarta, Bekasi, Sawangan.
"Isi selebaran itu fitnah, itu tidak benar, Kang Aher tidak melakukan poligami. Kami menduga itu sengaja disebarkan oleh orang yang dibayar," tegasnya.
Atas kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Panwaslu Kota Depok. Sementara itu, Ketua Panwaslu Depok Sutarno berjanji akan mengkaji laporan tersebut.
(rsa)