Dewan nilai pinjam pakai bus ada pelanggaran

Kamis, 21 Februari 2013 - 18:27 WIB
Dewan nilai pinjam pakai...
Dewan nilai pinjam pakai bus ada pelanggaran
A A A
Sindonews.com - DPRD Yogyakarta mempertanyakan perjanjian pinjam pakai aset 20 bus pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY. Isi perjanjian dinilai banyak kejanggalan.

Diantaranya soal kompensasi dari pinjam pakai tersebut. Ini lantaran pemkot mengatakan tidak menerima kompensasi dari pinjam pakai bus.

“Untuk masalah ini, kami meragukan,” ungkap anggota komisi B DPRD Yogyakarta Muhammad Ali Fahmi, di ruang kerjanya, Kamis (21/2).

Ali Fahmi menjelaskan, antara DIY dan PT Jogja Tugu Trans (JTT) selalu operasional Trans Jogja, pada tahun 2009 lalu, ada anggaran kompensasi untuk pemkot. Anggaran itu masuk dalam APBD DIY 2009.

“Ketika kompensasi kepada pemkot Yogyakarta tersebut telah dianggarkan dalam APBD DIY 2009, harusnya di APBD Pemkot 2009 juga teranggarkan,” tandas politisi PAN ini.

Namun begitu, saat hal tersebut ditanyakan kepada walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti ketika rapat konsultasi antara pemkot dengan dewan, Rabu (20/2/2013), meski Haryadi mengatakan perjanjian pinjam pakai bus, pemkot tidak sepersen pun menerima kompensasi, tetapi tidak menjelaskan secara detail.

“Karena itu, kami perlu penjelasan dan pembuktian yang sebenarnya seperti apa,” tanyanya.

Selain itu, untuk surat perjanjian pinjam pakai bus, pemkot juga tidak memberikan dokumen bentuk dari perjanjian tersebut. Perjanjian pinjam pakai sendiri dimulai sejak 2007 lalu dan berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang lagi.

Untuk perjanjian pinjam pakai sendiri, telah diperpanjang selama dua kali, yakni pada tahun 2009 dan 2011. Hanya saja, untuk perjanjian baru tidak menyebutkan adanya perpanjangan perjanjian.

“Menurut hemat kami, perjanjian itu telah terjadi pelanggaran,” katanya.

Fahmi juga mempertanyakan soal 44 shelter yang dibangun dengan APBD pemkot. Apakah itu juga merupakan aset pemkot dan masuk dalam perjanjian tertulis pinjam pakai atau tidak.

Sebab untuk shelter-shelter itu, juga tidak juga diketahui ada kompensasinya, padahal pengelola Trans Jogja jelas-jelas ada pemasukan dari tiket.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved