Konsep angkutan massal di Yogya dinilai tak matang

Rabu, 20 Februari 2013 - 17:07 WIB
Konsep angkutan massal...
Konsep angkutan massal di Yogya dinilai tak matang
A A A
Sindonews.com - Konsep angkutan massal di Kota Yogyakarta dinilai DPRD tidak matang. Terutama dalam pengoperasian 20 bus bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk angkutan publik. Indikasinya antara kajian yang dilakukan dengan penerapan tidak sinkron.

Terbukti bantuan bus yang mestinya digunakan untuk mengatasi persoalan angkutan umum perkotaan, karena bus perkotaan yang ada kondisinya banyak yang tidak layak. Namun realitanya justru dipinjam pakaikan kepada pemda DIY, termasuk akan dihibahkan guna mendukung operasional Transjogja.

“Dari pemaparan yang disampaikan, dapat dikatakan konsep angkutan umum yang dibuat pemkot tidak matang. Sebab antara kajian dan penerapannya tidak nyambung, sehingga kendaraan tidak bisa dioptmalkan,” tandas ketua DPRD Yogyakarta Henry Koencoroyekti saat rapat konsultasi dengar pendapat antara Pemkot Yogyakarta dan Dewan setempat, soal 20 bus milik pemkot yang dipinjam pakaikan ke pemda DIY, untuk operasional Transjogja, di ruang rapat gabungan DPRD Yogyakarta, Rabu (20/2/2013).

Rapat konsultasi sendiri dalam rangka pembahasan permohonan pengajuan pemkot ke dewan atas rencana penghapusan 20 aset bus milik pemkot bantuan kemenhub dari daftar inventaris, sebagai syarat hibah bus tersebut ke pemda DIY.

Sebab, sesuai dengan Permendagri 17/2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah, untuk hibah yang nilainya di atas Rp5 miliar harus ada persetujuan dewan. Karena 20 bus itu, untuk nilainya ditaksir lebih Rp6 miliar. Maka pemkot minta persetujuan dewan.

“Setelah rapat konsultasi ini, kami akan menggelar rapat internal, apakah menyetujui penghapusan atau tidak termasuk, rekomendasi lain untuk proses hibah tersebut,” katanya.

Henry menambahkan untuk membahas penghapusan aset 20 bus itu, selain materi pemaparan konsultasi, juga meminta pemkot untuk menambah beberapa dokumen yang berhubungan dengan pengadaan 20 bus bantuan dari kemenhub tersebut. Sebab dari pemaparan belum ada dokumen-dokumen itu.

“Data-data itu penting, sebagai acuan kami dalam membahas keberadaan bus-bus itu, sehingga saat memberikan rekomendasi atau keputusan, nantinya tidak akan menimbulkan persoalan,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Yogyakarta Purnomo Raharjo membantah jika konsep angkutan umum massal di Yogyakarta tidak matang. Sebab sebelum mengajukan pengadaan barang ke kemenhub tahun 2005 lalu, terlebih dahulu melakukan kajian dengan mengandeng pusat studi transportasi dan logistik (Pustral) UGM.

Dimana hasil dari kajian, angkutan umum perkotaan di Yogyakarta sudah tidak layak, sehingga perlu angkutan umum massal, dan sebagai model angkutan Transjogja. Kemudian dicari cara bagaimana segera dapat memperoleh bus guna mengatasi persoalan tersebut. Atas dasar itu, muncul kesepakatan antara pemkot dan Dirjen perhubungan darat soal perencanaan, pembangunan dan pengoperasian angkutan massal itu.

“Selain itu, untuk masalah pinjam pakai ke pemda DIY juga sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Tes Masif Terus Intensifikasi,...
Tes Masif Terus Intensifikasi, Masyarakat Diminta Menerapkan Protokol Kesehatan
Kapolres Lahat Panen...
Kapolres Lahat Panen Raya di Desa Pagar Ruyung
Peduli Lansia, Ketua...
Peduli Lansia, Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan Kursi Roda.
KPU Kota Denpasar Bersinergi...
KPU Kota Denpasar Bersinergi dengan Kominfos dan Humas Pemkot Denpasar
Tiga Bulan Dibentuk,...
Tiga Bulan Dibentuk, Kinerja Tim Implementasi MoU Helshinki Dipertanyakan
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
1 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved