Polisi belum ungkap motif pembunuhan balita disemen
Rabu, 20 Februari 2013 - 13:22 WIB
Polisi belum ungkap motif pembunuhan balita disemen
A
A
A
Sindonews.com - Hingga saat ini Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak masih belum mengunkap motif sebenarnya pembunuhan balita FH (4), di Jalan Enderosono, Semampir, Surabaya. Pasalnya, dari penagkuan Misnawi, ayah FH, tidak pernah ada selisih paham dengan tersangka Solikin, pelaku pembunuhan.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo mengatakan, sebelumnya dari hasil pemeriksaan sementara, Solikin mengaku membunuh FH karena menaruh dendam.
"Tetapi dari pemeriksaan Polisi terhadap Ayah korban, ternyata sama sekali tidak pernah ada perselisihan dengan pelaku," kata Anom kepada Wartawan, Rabu (20/3/2013).
Kata Anom, meski tetangga dekat, namun ayah korban mengaku jarang keluar rumah sehingga jarang bertemu dengan pelaku. Korps berseragam coklat ini juga masih mencari tiga orang yang diduga menjadi saksi kunci atas kasus pembunuhan tersebut.
Mereka adalah adik kandung pelaku, adik ipar pelaku, dan kakaknya. Pasalnya, mereka berempat tinggal serumah dengan Solikin. Dan pasca kejadian, saudara pelaku sudah tidak berada di tempat.
Sementara saksi yang sudah diperiksa ada empat orang. Mereka adalah pelapor yang pertama kali mengetahui mayat FH terbalut semen serta tetangga di Jalan Endrosono tersebut.
"Untuk pengembangan kasus lebih lanjut, Polisi melakukan olah TKP di rumah pelaku," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, FH ditemukan tidak bernyawa di sebelah rumah Solikin, Jalan Endrosono dengan kondisi tubuh terbalut semen. Dugaan sementara, FH dibunuh dengan cara dibanting dan dianiaya oleh pelaku Solikin. Untuk menghilangkan jejak, jasad FH dibalut semen oleh pelaku. Dan Hingga saat ini Polisi juga belum menerima hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo mengatakan, sebelumnya dari hasil pemeriksaan sementara, Solikin mengaku membunuh FH karena menaruh dendam.
"Tetapi dari pemeriksaan Polisi terhadap Ayah korban, ternyata sama sekali tidak pernah ada perselisihan dengan pelaku," kata Anom kepada Wartawan, Rabu (20/3/2013).
Kata Anom, meski tetangga dekat, namun ayah korban mengaku jarang keluar rumah sehingga jarang bertemu dengan pelaku. Korps berseragam coklat ini juga masih mencari tiga orang yang diduga menjadi saksi kunci atas kasus pembunuhan tersebut.
Mereka adalah adik kandung pelaku, adik ipar pelaku, dan kakaknya. Pasalnya, mereka berempat tinggal serumah dengan Solikin. Dan pasca kejadian, saudara pelaku sudah tidak berada di tempat.
Sementara saksi yang sudah diperiksa ada empat orang. Mereka adalah pelapor yang pertama kali mengetahui mayat FH terbalut semen serta tetangga di Jalan Endrosono tersebut.
"Untuk pengembangan kasus lebih lanjut, Polisi melakukan olah TKP di rumah pelaku," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, FH ditemukan tidak bernyawa di sebelah rumah Solikin, Jalan Endrosono dengan kondisi tubuh terbalut semen. Dugaan sementara, FH dibunuh dengan cara dibanting dan dianiaya oleh pelaku Solikin. Untuk menghilangkan jejak, jasad FH dibalut semen oleh pelaku. Dan Hingga saat ini Polisi juga belum menerima hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.
(rsa)