Waspadai ancaman narkoba di pelosok
Selasa, 19 Februari 2013 - 20:17 WIB
Waspadai ancaman narkoba di pelosok
A
A
A
Sindonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis meminta masyarakat lebih waspada ancaman peredaran narkoba termasuk di tingkat pelosok.
Kepala BNN Kabupaten Ciamis Engkan Iskandar menyampaikan, saat ini permasalahan narkoba sudah cukup mengkhawatirkan. Peredaran atau penyebaran penyalah gunaan narkoba sudah tidak mengenal daerah apakah itu perkotaan, pedesaan, atau pelosok.
“Peredaran narkoba di tingkat pelosok, jauh lebih mudah dan cepat karna tidak terpantau. Untuk itu masyarakt diminta untuk tetap waspada,” ujar Engkan disela sosialisasi Bahaya Narkoba di Aula Desa Jayagiri, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/2/2013).
Menurut Engkan, selain merambah berbagai wilayah, lebih ekstrim lagi saat ini peredaran narkoba tidak pandang bulu lagi. Narkoba tidak melihat lagi siapa dia, dari kalangan mana. Banyak artis terkenal, pejabat, pegawai petani sampai tukang becak terjerat kasus narkoba.
“Artinya, semua orang tidak bisa bebas dari ancaman narkoba,” terang Engkan.
Engkan menyebutkan, upaya yang dilakukan BNN saat ini yaitu dengan mengeluarkan Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Semua tahu, saat ini narkoba sudha menjadi permasalahan global dan harus menjadi tanggungjawab bersama dalam mengatasinya,” pungkas Engkan.
Kepala BNN Kabupaten Ciamis Engkan Iskandar menyampaikan, saat ini permasalahan narkoba sudah cukup mengkhawatirkan. Peredaran atau penyebaran penyalah gunaan narkoba sudah tidak mengenal daerah apakah itu perkotaan, pedesaan, atau pelosok.
“Peredaran narkoba di tingkat pelosok, jauh lebih mudah dan cepat karna tidak terpantau. Untuk itu masyarakt diminta untuk tetap waspada,” ujar Engkan disela sosialisasi Bahaya Narkoba di Aula Desa Jayagiri, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/2/2013).
Menurut Engkan, selain merambah berbagai wilayah, lebih ekstrim lagi saat ini peredaran narkoba tidak pandang bulu lagi. Narkoba tidak melihat lagi siapa dia, dari kalangan mana. Banyak artis terkenal, pejabat, pegawai petani sampai tukang becak terjerat kasus narkoba.
“Artinya, semua orang tidak bisa bebas dari ancaman narkoba,” terang Engkan.
Engkan menyebutkan, upaya yang dilakukan BNN saat ini yaitu dengan mengeluarkan Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Semua tahu, saat ini narkoba sudha menjadi permasalahan global dan harus menjadi tanggungjawab bersama dalam mengatasinya,” pungkas Engkan.
(ysw)