Pembangunan drainase di Makassar buruk

Senin, 18 Februari 2013 - 04:00 WIB
Pembangunan drainase...
Pembangunan drainase di Makassar buruk
A A A
Makassar - Kondisi drainase di Makassar dinilai buruk, banyak yang mengalami pendangkalan dan kotor karena tumpukan sampah.

Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Hasanuddin Leo mengatakan, buruknya kondisi drainase yang ada, karena sejak awal pembangunannya tidak memiliki master plan yang jelas.

“Untuk persoalan drainase sejak awal Makassar tidak punya perencanaan. Harusnya ada masterplan. Sehingga kondisinya drainase ada dimana-mana tapi tidak memiliki fungsi,” ungkapnya, Minggu 17 Februari 2013.

Menurut Hasanuddin, selama ini dalam penyusunan perencanaan APBD Makassar hanya memperhatikan aspek output saja. Padahal, juga harus menyelaraskan dengan beberapa indikator lain seperti input, output, outcame, benefit, dan impact.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, maka dalam pembangunan drainase, perencana sudah harus menentukan dimana titik-titik elevasi, tingkat kedalaman, sehingga akan jelas arah alur air. Jika tidak memenuhi standarisasi, maka dinas terkait harus melayangkan teguran dan sanksi.

“Ini untuk menghindari pemborosan anggaran. Membangun drainase tapi tidak berfungsi, ujung-ujungnya adalah pembongkaran,” katanya.

Menurut data dari Dinas Pekerjaan Umum Kota makassar, ada beberapa drainase yang akan dilakukan pembongkaran karena dipenuhi lumpur dan sampah yang mengakibatkan pendangkalan. Seperti drainase di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah, Mukhtar Lutfi, Penghibur, Sultan Abdullah, Banda, Abdullah Dg Sirua Lorong V, Minasa Upa Blok N, Gusung Riang, Abunawas Dg Rani, Pampang, Mangga Tiga dan Muhajirin.

“Drainase ini akan dibongkar lalu dibangun ulang karena tersumbat dan umumnya tertutup rapat oleh beton,” ungkap Kepala Seksi Bangunan Air dan pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Darwagus.

Untuk pembangunan drainase pada APBD 2013, terdapat alokasi anggaran sebesar Rp43 miliar. Jumlah ini meningkat tajam dibanding anggaran drainase pada 2012 yang hanya Rp7 miliar. Untuk biaya rehabilitasi dan pemeliharaan rutin dianggarkan Rp25 miliar termasuk di dalamnya penggalian sedimentasi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Makassar Nelson Marnanse Kamisi juga berharap Pemkot mencurahkan perhatian untuk penanganan kebersihan dan pembenahan drainase. Sebab, buruknya pembenahan saluran pembuangan di kota ini, akan berpengaruh pada lingkungan terutama di kawasan yang rawan banjir.
(rsa)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
11 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
12 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
18 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
19 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
20 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
23 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved