KY & MA diminta awasi persidangan Rasyid Rajasa

Minggu, 17 Februari 2013 - 08:31 WIB
KY & MA diminta awasi...
KY & MA diminta awasi persidangan Rasyid Rajasa
A A A
Sindonews.com - Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) diminta untuk mengawasi persidangan M Rasyid Amrullah Rajasa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dikarenakan, sejak awal kepolisian melakukan berbagai kejanggalan dalam menangani anak bungsu dari Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu.

"Mengimbau KY dan MA mengawasi proses persidangan Rasyid Rajasa agar para hakim bisa bekerja profesional, independen dan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan publik serta equality before the law (kesetaraan di depan hukum)," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Minggu (17/2/2013).

Selain itu, katanya, proses penangan kasus Rasyid juga ekstra cepat. Dalam waktu 11 hari polisi melimpahkan ke Kejaksaan dan dalam waktu 1,5 bulan kasus ini sudah diproses di pengadilan.

"Super cepat kilatnya penanganan trhadap kasus Rasyid Rajasa membuat kasus ini menjadi pemecah rekor dalam sejarah proses penegakan hukum di Indonesia. Sudah sepantasnya Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan sertifikat pemecah rekor kepada aparat Kepolisian dan Kejaksaan yang menangani kasus Rasyid ini," cetusnya.

Sayangnya, menurut Neta, tindakan super cepat ini tidak dibarengi dengan kerja profesional yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Akibatnya ada empat hal yang diabaikan kepolisian dalam BAP Rasyid.

"Yakni, tidak ada rekonstruksi, tidak ada tes alkohol, tidak ada penyidikan terhadap saksi kunci yakni pacar Rasyid, dan tidak ada penyidikan di cafe tempat Rasyid bermalam tahun baru sebelum menubruk Laxio," tandasnya.

Maka itu dia menilai, sikap polisi yang mengabaikan keempat hal itu membuat BAP Rasyid Rajasa menjadi sangat lemah. "Sehingga dikhawatirkan unsur-unsur pelemahan ini akan membuat Rasyid Rajasa hanya divonis bebas atau hukuman percobaan," imbuhnya.
(mhd)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved