Curi hp tukang becak, 3 bocah diamankan polisi

Jum'at, 15 Februari 2013 - 18:14 WIB
Curi hp tukang becak,...
Curi hp tukang becak, 3 bocah diamankan polisi
A A A
Sindonews.com - Tiga bocah masing-masing Ar (11), Af (9), dan Rd (12), diamankan warga usai mencuri sebuah uang dan telepon seluler milik tukang becak bernama Mardi yang sedang istirahat dibilangan Jl Kalimantan, Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Komplotan pencuri spesialis anak di bawah umur ini kemudian digiring ke Mapolsek Tanete Riattang. Dihadapan petugas, mereka mengaku telah melakukan aksi sebelumnya yang meresahkan warga sekitar Watampone.

Dalam melakukan aksinya, bocah Rd (12) yang duduk dibangku kelas I SMP ternama di Kabupaten Bone ini mengaku mengambil uang sebesar Rp990 ribu, dan telepon seluler yang tersimpan di dalam laci jok tempat duduk becak tersebut saat terparkir dan pemiliknya sedang istirahat di sebuah rumah kosong.

"Dua teman saya, Af dan Ar duduk di depan dan saya di belakang. Saya yang mengambil uangnya Pak," kata Rd di ruang pemeriksaan Polsek setempat, Jumat (15/2/2013).

Sementara itu, ibu kandung Rd, Risma, mengaku sangat terpukul. Risma tampak syok saat tiba menjenguk anaknya di Mapolsek Tanete Riattang. Risma mengaku tidak menyangka kalau anaknya melakukan pencurian saat bersama dengan kedua temannya.

"Dia terpengaruh dengan lingkungan pak, karena saya tidak pernah menolak permintaan anak saya untuk dibelikan sesuatu. Saya akan memberikan pembinaan kalau dia dibebaskan dari polisi," ujar Risma.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Ali Syahban saat dihubungi belum bisa memberikan penjelasan terkait dengan diamankannya tiga bocah tersebut.

"Kita liat dulu anak itu baru bisa saya beri keterangan," singkatnya.

Sementara itu, Kordinator advokasi Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bone, Martina Madjid, mengungkapkan, anak tersebut masih memerlukan pembinaan kepada orang tuanya. Meski perbuatan kriminal yang dilakukannya adalah pelanggaran pidana namun harus ada tinjauan untuk melihat sejauhmana kasus anak yang dihadapinya itu.

"Kami sudah komunikasi dengan polsek setempat, agar anak itu diberikan disersi. Namun, sebelumnya, orang tuanya wajib hadir agar mengetahui tanggungjawabnya dalam pengawasan yang berkelanjutan," imbuh Martina.
(rsa)
Berita Terkait
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Google Nyerah Hadapi...
Google Nyerah Hadapi Malware Joker, Dihapus Tetap Saja Mengancam
Cermati, Ini 8 Cara...
Cermati, Ini 8 Cara Hindari Kejahatan Skimming ATM
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Polisi Lumpuhkan Pelaku...
Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian Motor
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
35 menit yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
1 jam yang lalu
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
11 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Selasa 3 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved