Berbelit, warga Depok keluhkan dana kematian

Selasa, 12 Februari 2013 - 18:07 WIB
Berbelit, warga Depok...
Berbelit, warga Depok keluhkan dana kematian
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 400 warga miskin Depok menunggu kepastian dana santunan kematian sebesar Rp2juta. Mereka harus menunggu berbulan-bulan, bahkan hingga setahun karena aturan yang berbelit.

Padahal, semangat dari santunan tersebut adalah membantu meringankan beban ahli waris dan digunakan sebagai biaya pemakaman. Jika dicairkan beberapa bulan setelah meninggal maka sangat menyulitkan ahli waris. Pasalnya, banyak diantara mereka yang harus meminjam uang untuk biaya pemakaman.

"Kemarin pinjam uang untuk pemakaman suami karena memang nggak ada uang. Saya sudah pasrah kalau memang harus menjual harta lain untuk lunasi hutang. Mau bagaimana lagi, sudah tiga bulan saya ajukan, sampai sekarang tidak kunjung cair," keluh Mia, salah satu ahli waris, Selasa (12/02/2013).

Keluhan serupa juga diungkapkan Umar Husain yang menilai, terkatung-katungnya nasib mereka membuat ahli waris menderita. Padahal, santunan kematian diberikan pada ahli waris untuk meringankan beban ahli waris.

"Sudah sebulan saya mengajukan santunan kematian, tetapi dananya tidak cair. Kalau memang sudah tidak ada tolong Pemkot memberitahuakannya kepada kami. Ini kan janji politiknya Walikota Depok ke masyarakat miskin," katanya.

Kepala Dinaskersos Kota Depok Abdul Haris menjelaskan, mekanisme yang ditetapkan wali kota memang memakan waktu panjang. Karena dimasukkan dalam alokasi dana bantuan sosial diAPBD, sehingga tidak dapat diproses satu per satu.

Seluruh data warga yang meninggal diakumulasi selama setahun dan diajukan dalam APBD. Artinya, jika ada warga yang meninggal tahun ini, maka baru diajukan tahun depan dan bisa dicairkan dananya dua tahun setelah meninggal.

Haris menyadari, panjangnya proses itu membuat ahli waris tak puas. Untuk itu, pihaknya sedang mencari solusi mengatasi kondisi tersebut.

"Kami sedang mencari rekanan pihak ketiga untuk mengatasi kondisi itu sehingga prosesnya bisa lebih cepat," papar Haris.
(stb)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
3 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
4 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
4 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
5 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
5 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
7 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved