Warga 'adili' PPLH UB

Jum'at, 08 Februari 2013 - 17:32 WIB
Warga adili PPLH UB
Warga 'adili' PPLH UB
A A A
Sindonews.com - Pertemuan antara warga Kecamatan Bumiaji dengan anggota tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Brawijaya (UB) Malang di rumah H Rudi, di Desa Bulukerto berlangsung panas.

Rombongan tim PPLH UB yang terdiri dari Hendro Prasetyo, Swasono Heddy dan Arief Rachman 'diadili' warga setempat.

Warga beranggapan hasil penelitian PPLH UB yang dilakukan 7-21 Mei 2012, justru memperkeruh suasana dan memperuncing persoalan antara anggota Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) dengan Pemkot Batu, dan investor Hotel The Rayja.

Kehadiran tim PPLH UB itu sudah ditunggu warga Kecamatan Bumiaji sejak pukul 13.00 WIB. Rombongan baru tiba diruang pertemuan dua jam kemudian.

Pada awalnya warga yang berkumpul di rumah H Rudi itu hanya golongan pria saja, namun, sore harinya kalangan ibu-ibu bersama anak-anaknya ikut memadati ruangan. Pada pertemuan itu, Arief Rachman sebagai peneliti lingkungan hidup UB menjelaskan, hasil penelitiannya di sumber mata air umbulan Gemulo kepada masyarakat.

Beberapa hasil penelitiannya antara lain, di bawah lokasi proyek The Rayja tidak terdapat gentongan air. Sumber mata air umbulan berasal dari lereng Gunung Arjuno. Kemudian sumber mata air umbulan keluar dari batu lava-breksi.

Tapi sayang Arief tidak bisa mengukur debit air sumber Gemulo, lantaran pada titik sumber mata airnya kemungkinan sudah tertutup bangunan permukiman.

"Saran kita, kalau ada proyek bangunan di dekat sumber mata air. Kedalaman pondasinya tidak lebih dari lima meter. Karena bisa merusak batu lava-breksi. Kemudian kalau ingin memanfaatkan sumur bor. Dianjurkan tidak dalam kedalaman 5-20 meter, karena bagian itu termasuk daerah aliran air," terangnya, Jumat (8/2/2013).

Awalnya warga bisa menerima penjelasan Arief, tapi pada ujungnya warga kecewa. Karena dari hasil penelitian PPLH UB itu, dianggap menjadi senjata ampuh bagi Pemkot Batu dan pihak investor untuk tetap melanjutkan pembangunan Hotel The Rayja.

"Kita tidak ingin sumber mata air ini mati. Kenapa hasil penelitian PPLH UB ini dikeluarkan pada saat kondisi yang tidak tepat, karena warga masih memperjuangan haknya untuk menyelamatkan sumber mata air itu. Apa benar penelitian PPLH UB ini pesanan Pemkot Batu," tanya mantan Kepala KLH Kota Batu, Bambang Parianom.

Kepala PPLH UB Swasono Heddy menjawab, Pemkot Batu memang berkirim surat ke kantornya untuk melakukan penelitian di sumber mata air umbulan Gemulo.

Kalaupun hasil penelitian UB, disalahgunakan oleh pihak ketiga, hal itu bukan tanggung jawab PPLH UB, dan langkah hukumnya, PPLH UB akan segera mengklarifikasi kebenaran hasil penelitian UB itu kepada pihak yang menyalagunakannya.

"Kita tidak mengetahui kalau hasil penelitian kami berdampak sosial semacam ini," jelasnya.

H Rudi koordinator FMPMA air, menganggap penelitian yang dilakukan PPLH UB terlalu cepat. Lantaran, hanya memakan waktu 15 hari kemudian sudah ada kesimpulannya.

"Idealnya penelitian lingkungan hidup, terutama sumber mata air dilakukan 5-7 bulan. Kita yakin hasil penelitian UB ini merupakan pesanan Pemkot Batu dan Investor. Akhirnya masyarakat akan jadi korbannya," tandas H Rudi.
(rsa)
Berita Terkait
Kowarteg Ganjar Bantu...
Kowarteg Ganjar Bantu Air Bersih Sasar Warga Prasejahtera
Warga Bandengan Sudah...
Warga Bandengan Sudah 3 Bulan Sulit Dapat Air Bersih, Mandi Susah Cucian Menumpuk
Anggota DPRD DKI Kenneth...
Anggota DPRD DKI Kenneth Bantu Warga Rusunami City Garden Dapatkan Air Bersih
Warga Pademangan Keluhkan...
Warga Pademangan Keluhkan Air Bau dan Kotor, Aetra: Karena Ada Pipa Putus
Air Bersih Nggak Mengalir...
Air Bersih Nggak Mengalir Seminggu, Warga Geruduk Kantor PDAM Tirtanadi Medan
Warga Cibitung Semringah,...
Warga Cibitung Semringah, IPA Berkapasitan 750 Liter Air Per Detik Beroperasi
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved