Redam bentrok, polisi siaga di perbatasan desa
Senin, 04 Februari 2013 - 16:07 WIB
Redam bentrok, polisi siaga di perbatasan desa
A
A
A
Sindonews.com - Hingga kini polisi masih bersiaga di perbatasan Desa Tarue dan Terpedo Jaya, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara yang terlibat bentrok pada Sabtu (2 Februari 2013) malam.
yang menyebakan empat orang terluka sudah mulai kondunsif, tidak terdengar lagi dentunan suara papporo (senjata api tradisional) dari dua warga desa yang bertikai.
Kendati demikian, aparat kepolisian dari Polsek Sabbang dan Polres Luwu Utara nasih nampak berjaga di daerah perbatasan kedua desa tersebut.
"Kami (polisi) belum menarik seluruh anggota yang bertugas di perbatasan sebelum kondisi aman," kata Kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto kepada SINDO, Senin (4/2/2013).
Dikatakannya, saat ini kondisi di lapangan sudah berangsur membaik, tidak ada warga lagi yang berkumpul.
"Saya berharap kondisi ini tetap terjaga agar aktivitas kembali sebagaimana biasanya," katanya.
Sementara Camat Sabbang Jumal Lussa mengatakan, pihaknya akan berusaha melakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat di dua desa tersebut.
"Saat ini kami (kecamatan) sedang mencari cara mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan perjanjian damai," kata Camat Sabbang Jumal Lussa ketika dihubuingi SINDO, Senin (4/2/2013).
Formulasi dimaksud kata Jumal lahir kesepatakan dua kubu yang bertikai yang melibatkan secara langsung para pelaku tawuran. Sebelum melakukan pertemuan perdamaian, pihaknya akan mendatangi kelompok kedua desa yang betikai untuk mengetahui keinginannya masing-masing untuk diramu dalam surat perjanjian damai.
Sekadar diketahui kedua kelompok pemuda ini tidak pernah damai secara utuh baik yang digagas pemerintah kabupaten, aparat kepolisian maupun pemerintah kecamatan sejak lama.
yang menyebakan empat orang terluka sudah mulai kondunsif, tidak terdengar lagi dentunan suara papporo (senjata api tradisional) dari dua warga desa yang bertikai.
Kendati demikian, aparat kepolisian dari Polsek Sabbang dan Polres Luwu Utara nasih nampak berjaga di daerah perbatasan kedua desa tersebut.
"Kami (polisi) belum menarik seluruh anggota yang bertugas di perbatasan sebelum kondisi aman," kata Kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto kepada SINDO, Senin (4/2/2013).
Dikatakannya, saat ini kondisi di lapangan sudah berangsur membaik, tidak ada warga lagi yang berkumpul.
"Saya berharap kondisi ini tetap terjaga agar aktivitas kembali sebagaimana biasanya," katanya.
Sementara Camat Sabbang Jumal Lussa mengatakan, pihaknya akan berusaha melakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat di dua desa tersebut.
"Saat ini kami (kecamatan) sedang mencari cara mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan perjanjian damai," kata Camat Sabbang Jumal Lussa ketika dihubuingi SINDO, Senin (4/2/2013).
Formulasi dimaksud kata Jumal lahir kesepatakan dua kubu yang bertikai yang melibatkan secara langsung para pelaku tawuran. Sebelum melakukan pertemuan perdamaian, pihaknya akan mendatangi kelompok kedua desa yang betikai untuk mengetahui keinginannya masing-masing untuk diramu dalam surat perjanjian damai.
Sekadar diketahui kedua kelompok pemuda ini tidak pernah damai secara utuh baik yang digagas pemerintah kabupaten, aparat kepolisian maupun pemerintah kecamatan sejak lama.
(ysw)